Wamendukbangga Isyana: Program MBG 3B Perkuat Ketahanan Keluarga

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi berbasis siklus hidup keluarga, khususnya pada periode krusial sejak kehamilan hingga balita.

Semarak.co – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyatakan, untuk mencegah stunting, MBG tidak hanya diberikan pada anak-anak sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD harus diperhatikan.

Bacaan Lainnya

“Program MBG ini menyasar kelompok pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan, periode emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Kamis malam (9/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN memperkuat distribusi dan edukasi MBG 3B melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB.

Mayoritas anggota TPK merupakan perempuan yang berada di garis depan pendampingan keluarga, mulai dari memastikan pemenuhan gizi hingga mendorong perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

Secara nasional, TPK berjumlah sekitar 200 ribu tim atau setara dengan 600 ribu orang, yang bekerja dengan dukungan sekitar 17 ribu PKB dan PLKB—menjadikan perempuan sebagai kekuatan utama dalam implementasi program di lapangan.

“Hampir 70% PKB dan PLKB Kemendukbangga/BKKBN yang tersebar di seluruh Indonesia adalah perempuan. Jadi, perempuan adalah ujung tombak untuk menjalankan program,” tegas Wamen Isyana.

Melalui penguatan peran perempuan dan pendekatan berbasis keluarga, program MBG 3B diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi ibu dan anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan Makan Bergizi Gratis khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD ini diharapkan akan menghasilkan anak yang tangguh dan berkualitas,” pungkas Wamen Isyana.

Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

Kemendukbangga terus memperkuat dukungan terhadap perempuan dalam menjalankan peran pengasuhan dan kehidupan keluarga melalui berbagai program prioritas. Upaya ini diwujudkan antara lain melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak).

Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, dukungan terhadap perempuan tidak dapat dilepaskan dari pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. “Kemendukbangga mendorong agar peran pengasuhan dapat dibagi sehingga ayah juga bisa terlibat,” ujarnya.

Menurutnya, beban pengasuhan selama ini masih banyak dipikul ibu yang juga menjalankan berbagai peran lain. Melalui GATI, Kemendukbangga/BKKBN mendorong kehadiran ayah yang aktif dan bertanggung jawab dalam pengasuhan, sehingga perempuan memiliki ruang yang lebih seimbang dalam menjalani perannya.

Selain itu, program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dihadirkan sebagai wadah edukasi dan pendampingan keluarga yang terintegrasi, khususnya bagi ibu, dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Melalui program ini, keluarga mendapatkan pembekalan terkait pola asuh yang responsif, pemenuhan kebutuhan dasar anak, serta stimulasi tumbuh kembang anak sejak usia dini. Tamasya dilaksanakan berkelanjutan melalui kegiatan kelas pengasuhan, baik secara daring maupun luring.

Melalui program GATI dan Tamasya, Kemendukbangga/BKKBN pada akhirnya mendorong terwujudnya ketahanan keluarga yang kuat dan berkelanjutan. Dalam kerangka tersebut, Isyana menekankan penguatan peran perempuan dan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Penguatan ketahanan keluarga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, mitra kerja, dunia usaha, maupun komunitas. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memperluas jangkauan program serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan di lapangan.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan bahwa pembangunan nasional bertumpu pada kekuatan keluarga. “Ketahanan nasional dibangun dari bawah, dari keluarga. Ketahanan keluarga hampir selalu bertumpu pada perempuan,” jelasnya. (hms/smr)

Pos terkait