Mendes Yandri Ajak Warga Maksimalkan Potensi Desa di Musrenbang NTB

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyosialisasikan program magang di Jepang untuk memantik semangat belajar para siswa NTB.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengajak seluruh warga NTB memaksimalkan potensi desa yang ada. Sebab potensi desa adalah faktor penting yang wajib dimanfaatkan untuk memastikan pembangunan di daerah setempat berhasil secara cepat.

Semarak.co – Mendes menyatakan, memaksimalkan potensi desa sama dengan mendukung program pemerintah di antaranya dalam memastikan realisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang 100% keuntungannya akan kembali kepada rakyat.

Bacaan Lainnya

“Pak Gubernur, Bu Wagub, semuanya tolong petakan desa sesuai potensi. Sehingga desa-desa di NTB insyaallah jadi desa yang membanggakan untuk kita semua,” paparnya, saat Musrenbang Provinsi NTB, dirilis humas melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Kamis (16/4/2026).

Dia menyatakan, desa wajib mendapat perhatian khusus karena akar dari seluruh pembangunan wilayah Indonesia. Jika desa dikelola dengan baik maka ekonomi masyarakat dipastikan meningkat seperti kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kesempatan yang sama.

Namun demikian, hal ini tidak bisa dilaksanakan satu instansi tertentu maka perlu kolaborasi. “Tata kelolanya diperbaiki. Kalau tata kelolanya sudah baik insyaallah semua akan makin baik, ekonomi juga begitu. Kalau ekonomi naik insyaallah kemiskinan akan turun,” tuturnya.

Selain dengan sesama pemerintah pusat, kerja sama juga dilakukan dengan pemerintah daerah. Tujuannya sama yaitu memastikan masyarakat sejahtera selaras dengan turunnya angka kemiskinan.

Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang kepada Siswa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyosialisasikan program magang di Jepang untuk memantik semangat belajar para siswa NTB. Mendes memberi gambaran dunia kerja di level internasional sehingga para pemuda bisa mempersiapkan diri secara maksimal.

Tak hanya itu, Mendes juga berpesan agar para siswa NTB yang nantinya bisa berangkat ke Jepang untuk tidak meninggalkan rasa nasionalisme. Salah satunya dengan tetap pulang ke Indonesia setelah mendapat banyak pengalaman di Negeri Sakura tersebut.

“Karena persaingan ketat, kalian harus belajar sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Apa yang terjadi di Jepang sebagai sesuatu hal yang sangat baik untuk kemajuan adik-adik bawa ke Indonesia. Setelah sukses di sana jangan sampai nggak pulang, pulanglah ke Indonesia,” jelasnya.

Ribuan pemuda NTB disiapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk berangkat ke Jepang melalui program magang. Program ini wajib dimanfaatkan karena diyakini Mendes Yandri sebagai peluang untuk meraih kesuksesan meskipun berasal dari desa.

Hal ini sebagaimana perjalanan yang ditempuh Mendes Yandri yang berasal dari desa tertinggal dengan kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Kendati demikian, ia yakin keterbatasan tersebut bukan penghalang untuk meraih cita-cita dan bermanfaat untuk Indonesia.

“Masa depan anak-anak sekalian bukan di tangan orang lain tapi di diri sendiri mau jadi apa. Jangan merasa tidak mampu. Selama kita optimis, kuat, rajin, tidak melawan orang tua, baik sama lingkungan pasti akan ada jalan,” tuturnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri ini, Mendes Yandri berbincang dengan beberapa siswa tentang cita-cita masa depan. Selain itu juga tanya jawab yang diakhiri dengan apresiasi kepada setiap siswa yang naik ke panggung.

Hal ini penting untuk mengasah kemampuan dan kepercayaan diri khususnya saat berhadapan dengan orang banyak. Ia lantas berpesan agar seluruh peserta yang nantinya berangkat ke Jepang bisa tetap menjaga diri dan nama baik Indonesia serta memperkenalkan segala hal baik tentang negeri ini.

“Adik-adik berangkat bukan atas nama pribadi tapi atas nama merah putih atas nama Indonesia. Jadi harus jaga diri jaga nama Indonesia, tolong jaga nama baik bangsa kita termasuk budaya kita,” pungkasnya. (hms/smr)

Pos terkait