Oleh Hamka Suyana *)
semarak.co – Manusia memiliki 2 pikiran yaitu:
- Pikiran Sadar (PS) yang berkemampuan 10% s.d.12% yang berpusat pada Otak Kiri.
- Pikiran Bawah Sadar (PBS) berkemampuan 88% s.d. 90% yang berpusat pada Otak Kanan yang terkoneksi dengan alam perasaan.
Meskipun PBS sangat dahsyat, namun masih sedikit yang mengetahuinya, sehingga masih dibiarkan menganggur. Salah satu kedahsyatan PBS adalah buta. Ia tidak bisa membedakan yang masuk ke dalamnya cuma imajinasi atau fakta. Namun semua imajinasi yang pernah menembus pintu masuk dan tersimpan pada PBS, suatu saat akan diwujudkan menjadi kenyataan.
Catatan Penting
Ketahuilah bahwa garis nasib yang terjadi saat ini, adalah hasil panen suasana alam perasaan pada masa lalu. Tips untuk mengundang kebahagiaan dan kesuksesan masa depan. Jika memiliki keinginan atau impian: “Bayangkan dan rasakan bahagianya seolah yang diinginkan sudah hadir menjadi kenyataan”
Suasana kebatinan demikian, yaitu merasakan BAHAGIA ketika membayangkan meski berlangsung sekilas dalam hitungan detik, sudah cukup untuk memprogram ulang PBS yang berisi file calon takdir mualaq terhadap sesuatu yang terbayangkan dan terasakan.
Setelah menjalani kehidupan dengan bersikap Sabar, Syukur, Ikhlas (SASYUIK), niscaya pada suatu saat, ketika sudah mencapai puncak IKHLAS yaitu pikiran sedang tidak memikirkan lagi dan bahkan sudah melupakan terhadap yang diinginkan, pada saat itulah akan diwujudkan Allah menjadi kenyataan.
Forkom UMKM Purwomartani, 14-4-2026
Mengenal TIGA POTENSI DIRI Yang Tersembunyi
Yang dicari setiap orang dalam kehidupan hanya 2 macam yakni BAHAGIA dan SUKSES. Untuk itu, Allah sudah memberi bekal kepada setiap orang berupa perangkat lunak yang dahsyat. Barang siapa mampu menerapkan dalam menjalani kehidupan, niscaya esensi perasaan BAHAGIA dan SUKSES akan mudah datang.
Tiga program aplikasi “perangkat lunak” yang tersembunyi adalah:
- Fungsi Otak Kanan: Emosional, Imajinatif, Spontan, Implisit, Acak (EMASPIMA), berfungsi untuk eksplorasi terhadap masa depan yang masih misteri.
- Pikiran Bawah Sadar (PBS) berfungsi sebagai memori penyimpan file calon takdir mualaq (pilihan), sebelum diwujudkan Allah menjadi kenyataan.
- Daya tahan atau imunitas sikap mental Sabar, Syukur, Ikhlas (SASYUIK) yang berfungsi untuk menciptakan sikap tenang, senang, lapang dalam menjalani kehidupan.
Metode mensinergikan 3 potensi diri dimaksud, bernama pendekatan motivasi “CAHAYA SASYUIK” yang bermanfaat besar untuk mencapai harapan BAHAGIA SUKSES kehidupan.
Salam Sasyuik. Semoga bahagia sukses selalu.
Pringgondani, 7-4-2026
Banyak yang belum tahu
Bahwa untuk memperbaiki garis nasib masa depan, dimulai dari mensugesti hal positif pada Pikiran Bawah Sadar yang dilakukan setiap menjelang tidur. Alhamdulillah wa insya Allah, melakukan Senam Pernapasan Sasyuik secara rutin setiap menjelang tidur besar manfaatnya untuk memprogram ulang Pikiran Bawah Sadar sehingga realitas kehidupan akan dipenuhi esensi bahagia dan sukses.
Inisiator kelahiran Senam Pernapasan Sasyuik
Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar, Manusia Mudah Lengah
Sekuat apa pun daya ingat manusia, pada saat-saat tertentu, tidak akan mampu mengaktifkan kesiap-siagaan daya ingat untuk menjaga diri dari keburukan yang akan menimpanya. Selalu terjadi, ketika seseorang mengalami musibah dadakan (baca: kejadian tidak terduga), pada saat itu, ia sedang tidak memikirkan musibah.
Pikirannya justru sedang suntuk memikirkan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan musibah yang terjadi. Misalnya, pada saat seseorang menjadi korban aksi kejahatan, pada waktu yang sama pikirannya sedang lengah. Namun pada saat pikirannya dalam kondisi terjaga penuh, keburukan yang dikhawatirkan justru menjauh.
Mengapa bisa terjadi demikian? Perlu diingat. Tidak ada kejadian yang kebetulan. Semuanya terikat hukum sebab akibat. Musibah yang dialami seseorang hanyalah akibat. Sedangkan penyebabnya adalah dirinya sendiri. Yaitu, tanpa sadar pernah “mengundang” musibah “agar datang” dalam kehidupannya.
Lho mengundang musibah? Masa musibah diundang supaya datang? Ya iyalah. Ia “mengundang” keburukan, dengan cara menggunakan aktivasi fungsi Otak Kanan emosional imajinatif.
Cara kerjanya demikian. Pada saat memikirkan tentang sebuah “keburukan”, sudah terbayangkan dan terasakan seolah-olah musibah itu menimpanya. Perasaan was-was itulah yang menjadi pengundang datangnya musibah.
Dalam hadits qudsi Allah berfirman, “Aku (Allah) mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku”. Bentuk prasangka adalah apa yang DIRASAKAN ketika memikirkan sesuatu. Suasana kebatinan demikian akan terpotret ke dalam file calon takdir pada memori Pikiran Bawah Sadar (PBS).
Para ahli kekuatan pikiran menyatakan bahwa PBS buta. Ia tidak bisa membedakan yang masuk ke dalamnya hanya khayalan (imajinasi) atau realitas, namun semua yang telah “terpotret” pada PBS suatu saat akan terwujud menjadi kenyataan.
Itulah sesungguhnya manusia lemah, mudah lengah. Karenanya, agar dalam kehidupan senantiasa berakhir dengan kebaikan, sebaiknya aktifkan fungsi PBS yang dikendalikan langsung oleh Allah.
Rasulullah telah mewariskan doa untuk pembentengan diri agar semua urusan berakhir dengan kebaikan dan dijaga dari keburukan, yang artinya: “Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri. Dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan. Baguskanlah semua urusanku dan jangan Engkau serahkan aku pada diriku sendiri walau hanya sekejap mata.”
Doa tersebut dibaca pagi dan petang, atau pada sujud terakhir dalam shalat.
Salam Sasyuik. Semoga bahagia sukses selalu.
Pringgondani, 9-4-2026
*) Motivator Cahaya Sasyuik





