Kemendukbangga Bekali Siswa SMP Citra Kasih Don Bosco Pondok Indah Edukasi Kependudukan dan Kesehatan Remaja

Kemendukbangga melakukan edukasi kependudukan dan kesehatan remaja secara interaktif kepada siswa SMP Citra Kasih Don Bosco Pondok Indah, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menghadirkan edukasi kependudukan dan kesehatan remaja secara interaktif kepada siswa SMP Citra Kasih Don Bosco Pondok Indah, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Semarak.co – Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman dengan mengunjungi sejumlah pos edukasi yang membahas isu kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, serta kesehatan mental.

Bacaan Lainnya

Direktur Bina Ketahanan Remaja Edi Setiawan menyatakan, metode ini dirancang untuk mendorong pemahaman praktis sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami tantangan kependudukan sejak usia remaja.

“Kami ingin remaja belajar secara aktif melalui pengalaman langsung, sehingga materi kependudukan dan kesehatan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan mereka,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga//BKKBN, Selasa (14/4/2026).

Kepala SMP Citra Kasih Don Bosco Pondok Indah Yudhistira Tetelepta, menyampaikan bahwa pengalaman belajar langsung di kementerian membantu siswa memahami isu kependudukan secara lebih luas.

Kegiatan pembelajaran dikemas melalui tiga pos edukasi tematik. Pos DAKDIKDUK (Diskusi Asik Kependudukan) menghadirkan simulasi interaktif mengenai dinamika pertumbuhan dan mobilitas penduduk serta dampaknya terhadap ketersediaan sumber daya dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pos @rumpi_es (Ruang Ngomong Perihal Kespro) memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja secara komunikatif. Pos MENTARI (Mental Sehat Remaja Indonesia) menghadirkan pembelajaran kesehatan mental melalui simulasi dan praktik pengelolaan emosi.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi kependudukan, kesehatan reproduksi, serta ketahanan mental remaja sebagai fondasi pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (hms/smr)

Pos terkait