Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, tenyata penyanyi Melanie C sudah merilis Single terlebih dahulu sebelum album penuhnya muncul. Di akun media sosialnya itu, Melanie C mengumumkan single-nya bertitel “What Could Possibly Go Wrong?”.
Semarak.co – Melanie C membuka 2026 dengan langkah mantap lewat perilisan single barunya, bertitel “What Could Possibly Go Wrong?”, yang meluncur pada tanggal 29 Januari 2026 lalu. Lagu ini menjadi single kedua menuju album studio ketujuhnya bertajuk “Sweat”.
Album anyar “Sweet” dijadwalkan dirilis pada 1 Mei 2026, sekaligus menandai fase baru dalam perjalanan solo musisi asal Inggris tersebut. Secara musikal, “What Could Possibly Go Wrong?” bergerak di ranah dance-pop dengan sentuhan synth yang berkilau dan beat yang terasa ringan namun dreamy.
Lagu ini terdengar seperti ajakan untuk menari sambil berpikir, memadukan euforia lantai dansa dengan refleksi personal yang tidak berlebihan. Single ini ditulis Melanie C bersama Nea dan diproduseri oleh Klas Åhlund, sosok di balik banyak rilisan pop Skandinavia yang ikonik.
Proses rekamannya berlangsung di Stockholm, kota yang menurut Melanie C memberi warna tersendiri pada karakter lagunya. Melanie menyebut lagu ini sebagai perwujudan “suara Swedia” yang ia kagumi, sekaligus refleksi sederhana tentang keberanian mengambil risiko.
Di balik judulnya yang terdengar sarkastik, tembang bagus ini berbicara tentang memilih percaya pada diri sendiri (PD), kendati hasil akhirnya belum sepenuhnya bisa ditebak. Demikian dilansir Rri.co.id pada 4/2/2026 lalu.
Pendekatan penulisan lagunya pun terasa santai. Melanie menggambarkan proses kreatifnya dipenuhi obrolan tentang sisi terang dan gelap, baik dalam musik maupun kehidupan sehari-hari. Tema tersebut dibungkus tanpa drama berlebihan, membuat pesannya terasa dekat dan mudah diterima.
Album “Sweat” nantinya akan memuat 13 lagu yang direkam antara Stockholm dan Los Angeles. Proyek ini menjadi album penuh pertamanya dalam enam tahun sejak album self-titled yang dirilis pada 2020, sekaligus ruang eksplorasi baru setelah jeda panjang dari rilisan studio.
Menariknya, album “Sweat” juga menjadi rilisan pertama Melanie bersama Virgin Music Group dalam rentang waktu 23 tahun terakhir, setelah rilisan albumnya, bertajuk “Northern Star” (1999) dan “Reason” (2003).
Melanie C menyebut kolaborasi ini terasa seperti pulang (kampung) ke rumah, namun dengan sudut pandang yang lebih dewasa dan artist-led, menutup babak awal menuju album barunya dengan keyakinan yang tenang. (net/rci/kim/smr)





