Resmikan Kantor Bahasa di Babel, Wamendikdasmen Atip Tekankan Peran Bahasa Indonesia sebagai Kunci Literasi dan Persatuan

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam arahannya pada kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (15/4/2026). Foto: humas Kemendikdasmen

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa bahasa Indonesia memiliki peran penting tidak hanya sebagai identitas nasional, tetapi juga sebagai pemersatu bangsa dan bahasa ilmu pengetahuan.

Semarak.co – Wamendikdasmen Atip menekankan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami isi bacaan. Menurutnya, masih banyak peserta didik yang membaca tanpa benar-benar memahami makna teks yang dibaca.

Bacaan Lainnya

“Bahasa Indonesia bukan hanya identitas, tetapi juga perekat bangsa. Ke depan, bahasa Indonesia harus terus dikembangkan dan ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan,” ujar Wamendikdasmen Atip dalam arahannya pada kegiatan peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (15/4/2026).

Banyak yang membaca, sambung Wamendikdasmen Atip, tetapi tidak memahami. “Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pembelajaran bahasa Indonesia perlu dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami oleh siswa,” imbuh Atip.

“Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif,” demikian Wamendikdasmen Atip seperti dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (17/4/2026).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumsel Desi Ari Pressanti melaporkan, kegiatan ini diikuti 200 siswa SMP dari Kabupaten Ogan Ilir yang mendapatkan pelatihan membaca cepat. Selanjutnya, para guru pendamping juga diberikan pembekalan untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia dalam mendampingi siswa.

“Setelah kegiatan ini, akan dilakukan evaluasi dalam dua bulan untuk melihat perkembangan kemampuan literasi siswa dan menentukan langkah tindak lanjut. Slain itu, Balai Bahasa juga melaksanakan kegiatan serupa untuk 200 siswa SD dalam kemampuan mengulas buku,” ujarnya.

serta 200 siswa SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam membaca kritis. Dalam sesi dialog, para guru menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, seperti keterbatasan listrik, akses internet, serta sarana pembelajaran di daerah terpencil.

Menanggapi ini, Wamendikdasmen Atip menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya mengatasi kesenjangan pendidikan melalui program digitalisasi dan penyediaan perangkat pembelajaran, serta menegaskan bahwa berbagai upaya tersebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto.

Khususnya dalam mendorong revitalisasi pendidikan dan percepatan digitalisasi di satuan pendidikan. Ia juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam pembelajaran literasi, termasuk membiasakan siswa membaca dengan tujuan, memahami teks.

Serta mampu menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kemahiran berbahasa Indonesia bagi siswa dan pendidik di Sumatera Selatan.

Di bagian dirilis humas Kemendikdasmen sebelumnya, Kamis (16/4/2026), Bukan hanya sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang menjadi prioritas kerja Kemendikdasmen namun pemenuhan fasilitas yang memadai guna mendukung pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia juga tak luput dari perhatian.

Beberapa waktu lalu, Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meresmikan Gedung Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Langkah ini sekaligus menandai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan pembangunan sarana dan prasarana di bidang bahasa dan sastra. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya dan tokoh daerah setempat, aula utama gedung ini diberi nama Hamidah.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Irsan menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari penulis novel ternama asal Bangka Belitung (Babel). “Proses pembangunan gedung ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan selesai pada akhir tahun 2025,” tutur Irsan di Babel, Senin (13/4).

Ia juga menyampaikan harapan besar agar fasilitas baru ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap gedung ini nantinya bisa menjadi pusat kebahasaan, kesastraan, dan literasi sebagai wujud pengabdian kami bagi pembangunan pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.

Selain peresmian gedung, diketahui bahwa acara ini juga menjadi momen penting di mana kepemimpinan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi berganti dari Muhammad Irsan kepada Afriyendy Gusti.

Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin menyebutkan, gedung ini merupakan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat guna mendukung ekosistem pendidikan dan kebudayaan.

“Kami mengajak pemerintah daerah, komunitas, mahasiswa, dan pelajar untuk menggunakan fasilitas baru ini dengan sebaik-baiknya,” tutur Hafidz dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis (16/4/2026).

Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani yang turut hadir mengapresiasi Badan Bahasa atas selesainya pembangunan fasilitas ini. “Saya sampaikan terima kasih atas dibangunnya gedung ini. Gedung ini untuk rakyat, untuk masyarakat, untuk anak-anak kita ke depan. Mudah-mudahan gedung ini bisa kita pelihara dan jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan gedung Kantor Bahasa merupakan cerminan dari martabat dan kehormatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Gedung ini adalah martabat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Saya yakin gedung ini bermanfaat untuk masyarakat dalam pengajaran,” imbuhnya.

Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Daerah Bantu Sukseskan Terwujudnya Trigatra Bangun Bahasa

Seiring dengan pengadaan fasilitas di bidang bahasa dan sastra yang kian memadai, Gubernur Arsani juga mengingatkan pentingnya menjaga bahasa persatuan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang pengutamaan bahasa Indonesia serta pelindungan bahasa dan sastra daerah.

“Dengan adanya perda bahasa ini, penggunaan bahasa Indonesia dapat diutamakan dan bahasa dan sastra daerah dapat dipertahankan serta dilestarikan. Kami juga mengingatkan akan pentingnya gerakan Trigatra Bangun Bahasa sebagai pilar identitas bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Diterangkan Hafidz, Trigatra Bangun Bahasa kita canangkan sebagai gerakan agar masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang bangga, mahir, dan maju dengan bahasa Indonesia, dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. (hms/smr)

Pos terkait