Jika AS Luncurkan Invasi Darat, Iran Tantang AS Perang Darat: Rezaei: Akan Menguntungkan Iran

Pemerintah Republik Islam Iran mengancam militer Amerika Serikat (AS) untuk memulai Perang Darat, jika Paman Sam berinisiatif memulai meluncurkan invasi darat ke wilayah Iran. Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojataba Khamenei, mengatakan hal itu.

Semarak.co Rezaei terang-terangan menantang AS. Ia mengisyaratkan perang darat akan menguntungkan Teheran. “Akan hebat jika AS meluncurkan invasi darat, karena kami akan menyandera ribuan orang dan kemudian untuk setiap sandera kami akan mendapatkan satu miliar dolar,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga memeringatkan, kapal-kapal perang AS di Selat Hormuz, yang menghalangi lalu lintas pengiriman ke dan dari pelabuhan Iran, berada dalam jangkauan serangan.

Menurutnya, pasukan Teheran akan menenggelamkan kapal-kapal Amerika jika AS memutuskan untuk “mengawasi” jalur pelayaran utama tersebut. Rezaei, yang diangkat sebagai penasihat militer oleh Mojtaba Khamenei bulan lalu, menyindir Presiden AS Donald Trump.

Sindiran terkait langkahnya memblokade jalur itu. “Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?” katanya kepada televisi pemerintah Iran, seperti dikutip NDTV dan dilansir SindoNews.com (16/4/2026).

Rezaei, veteran dan tokoh terkemuka di Iran, berbicara kepada stasiun televisi pemerintah dengan mengenakan seragam militernya, ia mengklaim kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang AS di sekitar Selat Hormuz telah dibidik rudal Iran.

“Peluncur rudal kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika,” papar pemimpin tertinggi IRGC dari tahun 1981 hingga 1997

“Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami dan kami dapat menghancurkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami,” imbuhnya.

AS memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran memblokir pelayaran selama lebih dari enam minggu perang dalam konflik yang ditangguhkan karena gencatan senjata dua minggu yang rapuh masih berlaku.

Rezaei mengklaim, ia sama sekali tak mendukung perpanjangan gencatan senjata, tetapi menambahkan, masalah itu tergantung pada keputusan para pejabat terkait. Ia juga mendesak para pejabat Iran untuk lebih berhati-hati daripada sebelumnya dalam negosiasi mengenai masalah ekonomi dengan AS.

Lebih lanjut, Rezaei mengklaim, Iran-lah yang menetapkan prasyarat dalam putaran pembicaraan berikutnya, bukan AS. “Tidak seperti Amerika yang takut akan perang yang berkelanjutan, kami sepenuhnya siap dan terbiasa dengan perang yang panjang,” katanya. (net/snc/ndtv/kim/smr)

Pos terkait