Iran Tak Gentar Sedikit pun atas Rencana Kapal Induk AS Kepung Negaranya

Rencana Kapal Induk Amerika Serikat (AS) USS Gerald R Ford dan lainnya yang kini berlabuh di perairan kawasan Timur Tengah, untuk segera mengepung Republik Iran, tak membuat negara Persia pimpinan Mojtaba Khamenei takut.

Semarak.co Tiga kapal induk AS akan berkumpul di Laut Arab dalam upaya untuk mengepung Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata 22 April 2026. Salah satu dari mereka adalah kapal induk terbesar di dunia; USS Gerald R. Ford.

Bacaan Lainnya

Kapal induk itu dikirim kembali ke Timur Tengah setelah mundur dari perang Iran karena mengalami kebakaran. Dua pejabat pertahanan Amerika, yang dikutip AP (Associated Press), dilansir SindoNews.com pada Minggu (19/4/2026), mengonfirmasi pengerahan kembali kapal USS Ford.

Para pejabat mengatakan kapal induk tersebut, yang telah beroperasi di Mediterania timur, kini telah memasuki Laut Merah setelah melewati Terusan Suez. Kapal itu didampingi oleh dua kapal perusak, USS Mahan dan USS Winston S. Churchill.

“USS Ford telah memasuki Laut Merah dan sekarang beroperasi di wilayah tersebut,” kata seorang pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas penempatan kapal tersebut. Langkah ini dilakukan setelah kapal induk tersebut menghabiskan lebih dari sebulan di Mediterania.

Menyusul kebakaran di area pencucian yang memaksanya kembali ke pelabuhan untuk perbaikan. Terlepas dari kemunduran tersebut, USS Ford baru-baru ini mencetak rekor penugasan kapal induk AS terlama sejak Perang Vietnam.

Kembalinya USS Ford ke Timur Tengah, berarti akan ada 3 kapal induk AS di di kawasan yang luas tersebut dalam upaya untuk mengepung Iran. Kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini siaga di Laut Arab. Ia memimpin upaya blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Sementara itu, kapal induk ketiga, USS George H. W. Bush, juga menuju ke Laut Arab dan saat ini berada di lepas pantai Afrika Selatan, menurut salah satu pejabat pertahanan Amerika. Namun, Iran tak gentar dengan upaya AS mengerahkan kapal-kapal induk tersebut.

Teheran pada Kamis lalu menyatakan peluncur rudalnya sekarang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln dan seluruh kapal perang AS yang berada di sekitar Selat Hormuz. Teheran mengancam akan menenggelamkan semuanya.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, mantan pemimpin Korp Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan seorang pejabat senior yang juga penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Dalam sebuah wawancara televisi, ia memeringatkan: “Angkatan Laut AS berada di bawah peluncur rudal kami. Peluncur itu kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika,” kata Rezaei yang mengenakan seragam militer.

“Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian,” sambungnya.

“Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjut Rezaei. Lelaki itu yang merupakan mantan panglima tertinggi IRGC diangkat sebagai penasihat militer Mojtaba pada bulan lalu.

Dalam wawancaranya, dia menyindir Presiden AS Donald Trump sebagai polisi di Selat Hormuz. “Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?” ujarnya.

“Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami dan kami dapat menghancurkannya,” imbuh Rezaei.

Terlepas dari semuanya, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik transit minyak paling penting di dunia, dan gangguan apa pun di sana dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasokan dan keamanan energi global. (net/snc/ap/kim/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *