Menko AHY: Transmigrasi Harus Hadirkan Dampak Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat kunjungan kerja ke Kementrans. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Rajif Nugraha)

Kementerian Transmigrasi terus memperkuat arah kebijakan pembangunan transmigrasi melalui dua pilar utama, yaitu revitalisasi dan transformasi, guna menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kawasan di berbagai wilayah Indonesia.

Semarak.co – Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar program perpindahan penduduk, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Bacaan Lainnya

“Transmigrasi harus menghadirkan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan transmigrasi,” kata AHY saat kunjungan kerja ke Kementrans, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Kamis (16/2026).

Menko AHY menjelaskan, program revitalisasi difokuskan pada perbaikan kondisi dasar kawasan transmigrasi, seperti infrastruktur permukiman, jalan, listrik, dan air bersih, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka pendek.

Sementara itu, program transformasi diarahkan untuk mengembangkan potensi kawasan secara tematik agar mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Program transformasi diharapkan bisa menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berdasarkan potensi wilayah, baik di sektor pertanian, perkebunan, industri, hingga pariwisata,” tegasnya.

Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, revitalisasi juga mencakup penyelesaian persoalan mendasar seperti kepastian hukum lahan melalui program Trans Tuntas. Dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir, pemerintah telah menyerahkan 13 ribu  Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada masyarakat transmigrasi.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi juga telah melakukan perbaikan infrastruktur di 154 kawasan transmigrasi, termasuk pembangunan dan renovasi lebih dari 1.000 sekolah guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi bagaimana mengintegrasikan potensi kawasan dengan investasi untuk menciptakan kebangkitan ekonomi lokal,” tegas Menteri Iftitah.

Dalam aspek transformasi, Kementrans mengembangkan kawasan berbasis potensi unggulan daerah terintegrasi. Salah satu contoh adalah pengembangan kawasan Rempang yang dirancang sebagai kawasan permukiman modern dengan dukungan fasilitas pendidikan, infrastruktur perikanan, serta kolaborasi lintas kementerian.

“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam pembangunan kawasan transmigrasi, sebagaimana ditunjukkan dalam pengembangan Rempang yang melibatkan berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Lebih lanjut, transformasi transmigrasi juga didorong melalui program Trans-Patriot yang melibatkan perguruan tinggi dalam riset dan pengembangan potensi ekonomi kawasan. Program ini dinilai mampu memperkuat keterkaitan antara potensi lokal, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dampak nyata dari transformasi tersebut mulai terlihat, salah satunya melalui ekspor komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi. Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, ekspor durian dalam beberapa bulan terakhir telah mencapai ratusan miliar rupiah dan ditargetkan menembus lebih dari Rp1 triliun dalam setahun. (hms/smr)

Pos terkait