Kemenekraf dan Kemendikdasmen Kolaborasi Perkuat Ekosistem Talenta Kreatif Sejak Bangku Pendidikan

Menekraf Teuku Riefky Harsya bertemu Mendikdasmen Abdul Mu’ti, membahas sinergi kolaborasi antar kementerian bidang pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, membahas sinergi kolaborasi antar kementerian bidang pendidikan vokasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Semarak.co – Menekraf Riefky meyakini ekonomi kreatif salah satu solusi konkret  menyerap tenaga kerja muda. Kolaborasi yang terjalin dianggap menjadi langkah strategis guna menjawab tantangan pengangguran usia muda sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

“Saat ini, tenaga kerja sektor ekraf yang ditargetkan 25,5 juta jiwa sudah mencapai 27, 4 juta pekerja. Mereka mayoritas berasal dari generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan kreativitas (digital natives),” ujarnya, dirilis humas Kemenekraf melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Rabu malam (8/4/2026).

Dengan demikian, Kemenekraf melihat ada peluang bagaimana mengurangi pengangguran dengan membekali tenaga pendidik yang kompetensinya terkait industri kreatif bisa didukung bersama.

Dia menambahkanm kolaborasi dengan Kemendikdasmen menjadi kunci memperkuat ekosistem talenta sejak bangku pendidikan. Ada dua poin pembahasan potensi kolaborasi yang dibicarakan yaitu modul dan bahan ajar ekraf untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta beasiswa sinergi akselerasi talenta unggul.

“Kami mohon masukan terkait pengembangan modul dan bahan ajar ekonomi kreatif untuk SMK lintas subsektor sehingga bisa mencapai peningkatan kapasitas guru, sertifikasi siswa jalur vokasi, serta pertukaran praktisi,” jelasnya.

“Kemudian, kami ingin ada sinergi beasiswa yang berpotensi mempercepat pengembangan talenta ekraf melalui pengalaman global, peningkatan keterampilan, hingga akses magang maupun residensi bagi talenta yang unggul,” tambah Menekraf.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengharapkan inisiasi tindak lanjut kerja sama segera diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang dengan fokus pada beberapa SMK percontohan di berbagai daerah.

“Sinergi ini menjadi langkah optimis yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menekan angka pengangguran kalangan generasi muda. Kami sudah memiliki ‘rumahnya’ di SMK, tetapi tantangan berikutnya seperti apa karya atau produk kreatif siswa dapat dipasarkan secara luas,” ungkapnya.

Hal lain, Kemendikdasmen juga ingin difasilitasi dari sisi pembangunan jiwa entrepreneurship karena misi kami mendorong tiap SMK punya orientasi lulusan BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha).

Kedua belah pihak juga menyepakati sinergi program beasiswa dan magang, termasuk akses peluang internasional. Selain itu, pilot project penguatan subsektor ekraf unggulan seperti kuliner, gim, aplikasi, musik, dan animasi dianggap sudah sejalan dengan jurusan-jurusan dalam pendidikan vokasi.

“Banyak SMK sekarang yang program keahliannya beririsan dengan industri kreatif seperti kuliner, fesyen, animasi, musik, dan gim. Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan penguatan vokasi berbasis ekonomi kreatif sudah sejalan dengan minat generasi muda,” terang Abdul Mu’ti. (hms/smr)

Pos terkait