Akademisi Pertanyakan Hasil Survei Anies Selama Ini karena Unggul di Pencarian Google, Anies Disebut Ogah Bayar Lembaga Survei

Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Muhammad Ramli Rahim (kiri) bersama capres Anies Baswedan dalam satu mobil saat safari politik ke Sulawesi Selatan. Foto: internet

Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, berbagai lembaga survei mencoba bermanuver membangun framing calonnya masing-masing. Sementara bakal Calon Presiden (capres) Anies Baswedan yang dijagokannya enggan membayar lembaga survei babak belur jadi bulan-bulanan.

semarak.co-Menurut Ramli, semua hal yang secara teori menaikkan elektabilitas, oleh lembaga survei justru diputarbalikkan. Serupa saat Demokrat memutuskan mengusung Anies, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu tetap saja ditempatkan paling terbawah di antara bakal Capres pesaingnya.

Bacaan Lainnya

“Ketika Anies Baswedan dideklarasikan Partai NasDem, dalam teori, elektabilitas Anies harusnya naik, tapi oleh lembaga survei malah dibalik, bukan hanya elektabilitas Anies yang tidak naik malah disebutkan NasDem surveinya turun,” kata Ramli dalam keterangannya, Jumat, (25/8/2023) dilansir hajinews.id. 25/08/2023.

Bahkan ketika PKS mencukupkan syarat Presidential Threshold, survei Anies juga tak beranjak. “Padahal saat itu, satu-satunya bakal calon presiden yang memenuhi presidential threshold hanya Anies Baswedan,” tegas Ramli.

Lucunya, lanjut Ramli, ketika bacapres Ganjar Pranowo yang terus merajai survei tiba-tiba digusur oleh Prabowo Subianto hanya karena Presiden Joko Widodo memberi signal akan mendukung Prabowo Subianto. Bukan hanya itu, Polling yang dilakukan oleh berbagai elemen baik media massa maupun kelompok masyarakat selalu saja memenangkan Anies Baswedan.

Bahkan ketika Prabowo, Anies dan Ganjar turun ke masyarakat, tampak jelas bagaimana masyarakat begitu antusias menyambut Anies jauh lebih tinggi dibandingkan Ganjar dan Prabowo. Terbaru dari Survei Litbang Kompas, Ramli menyebut hasilnya makin lucu.

“Kompas sendiri menyebutkan bahwa hanya 18,1% yang mau memilih calon yang direkomendasikan oleh Jokowi. Itupun diperebutkan oleh dua bakal calon presiden tapi yang mau meneruskan program pak Jokowi justru berada diperingkat satu dan dua,” tandasnya.

Di bagian lain Isa Ansori akademisi bidang komunikasi dan psikologi asal Jawa timur (Jatim) baru-baru ini mengungkap jika hasil pencarian di mesin Google jika capres Anies Baswedan menempati urutan pertama sejauh ini.

Karena itu dia mengaku keheranan terhadap sejumlah lembaga survei yang seringkali menaruh Anies pada posisi buncit. Jarang sekali unggul dari Ganjar Pranowo maupun Prabowo. “Kalau di Google bard lebih pada bagaimana orang membincang calon. Sehingga perbincangan ini akan selalu berkorelasi dengan tingkat popularitas,” ujarnya kepada wartawan.

Namun kata dia tingkat popularitas memang kadang tidak berbanding lurus dengan penerimaan seseorang kepada calon. “Tapi itu tidak selalu, semakin kita kenal dengan seseorang, maka akan semakin dekat keterpilihannya,” lanjutnya.

Apalagi beber Isa, jika rekam jejak orang tersebut baik. “Dalam survei penerimaan seseorang bergantung pada bagaimana responden dipilih. Nah sering kali dalam survei metode pemilihan responden dilakukan secara acak,” cetus dia.

Dari sini, tambahnya, memungkinkan meski tingkat popularitas tinggi, kadang penerimaan menjadi rendah. “Sehingga yang patut digali dari survei adalah seperti apa mereka melakukan pemilihan responden,” imbuh Isa dilansir optika.id – 28-08-2023 | 04:38:12 di laman pencarian google.co.id.

Sebelumnya, Isa mengungkap jika nama Anies Baswedan masih menduduki tempat teratas dalam perbincangan. Hal ini berdasarkan pencarian yang dilakukan melalui mesin pencarian google. Berdasarkan data yang ada selama bulan Januari 2023 – Agustus 2023, Anies menjadi perbincangan sebanyak 21.800.000, Ganjar sebanyak 18.700.000 dan Prabowo sebanyak 16.400.000. (net/hji/opt/smr)

 

sumber: hajinews.id di WAGroup HIMPUNAN AKTIVIS MASJID (postMinggu27/8/2023/)/optika.id di WAGroup LASKAREVOLUSI

Pos terkait