Wamendukbangga Isyana Pantau PANTAU KB di Yogyakarta: Target 6.376 Akseptor Baru untuk Perluas Akses dan Perkuat MKJP

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (paling kiri) saat memantau hari terakhir Pelayanan KB Serentak Awal Tahun dalam program PANTAU KB di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (15/2/2026). Foto: humas BKKBN

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka memantau hari terakhir Pelayanan KB Serentak Awal Tahun dalam program PANTAU KB di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (15/2/2026).

Semarak.co – Momentum ini menargetkan 6.376 peserta KB baru di DIY sebagai bagian dari penguatan akses dan perluasan cakupan layanan keluarga berencana. Program yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, 9–15 Februari 2026 secara serentak di sekitar 307 kabupaten/kota prioritas di Indonesia serta menjangkau wilayah non-prioritas.

Bacaan Lainnya

Di DIY, pelayanan dilaksanakan di 5 kabupaten/kota, meskipun secara nasional terdapat tiga wilayah prioritas. Layanan yang diberikan mencakup Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan non-MKJP, dengan penekanan pada peningkatan peserta baru serta optimalisasi penggunaan MKJP yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Wamendukbangga Isyana menegaskan bahwa perluasan pelayanan menjadi bagian dari strategi pemerataan akses dan penguatan kualitas keluarga. Program ini tidak hanya dilaksanakan di kabupaten/kota prioritas, tetapi juga menjangkau wilayah non-prioritas.

“Perencanaan keluarga menjadi kunci dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, karena pembangunan dimulai dari keluarga yang terencana,” ujar Wamendukbangga Isyana dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Minggu (15/2/2026).

Selain pelayanan reguler, PANTAU KB di DIY juga memprioritaskan pelayanan KB Pascapersalinan (KBPP) bagi ibu yang baru melahirkan. Layanan diberikan secara gratis guna memastikan keberlanjutan penggunaan kontrasepsi sejak masa pascamelahirkan serta memperkuat efektivitas pengaturan jarak kelahiran.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasiional (BKKBN) DIY Mohamad Iqbal Apriansyah menegaskan, pelayanan KB tidak bersifat insidental, melainkan dilakukan secara berkelanjutan dalam empat momentum setiap tahun.

Yakni melalui PANTAU KB, Momentum Hari Keluarga Nasional, Bakti Ikatan Bidan Indonesia, dan Hari Kontrasepsi Sedunia. “Meskipun tersedia MKJP dan non-MKJP, fokus utama kami tetap pada pencapaian target 6.376 peserta KB baru di DIY serta peningkatan kualitas layanan,” ujarnya.

Momentum PANTAU KB menjadi pembuka rangkaian pelayanan KB tahun 2026, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan di wilayah prioritas maupun nonprioritas sebagai bagian dari penguatan program keluarga berencana secara konsisten dan berkelanjutan sepanjang tahun. (hms/smr)

Pos terkait