Peristiwa rasis terjadi di India. Seorang anggota polisi India dilaporkan masuk ke masjid memakai sepatu saat salat Jumat berlangsung dan memotong kabel pengeras suara. Tentu saja memicu ketegangan antara aparat dan warga di Lucknow, Uttar Pradesh, India, pada Jumat (10/4/2026).
Semarak.co – Menurut keterangan sejumlah saksi, seperti dilansir Arrahmah.id dari The Siasat daily (11/4/2026), tindakan itu dilakukan ketika Salat Jumat sedang berlangsung. Warga menyebut aparat masuk tanpa izin dan langsung menuju perangkat pengeras suara untuk memutus kabel.
Polisi beralasan hal itu pelanggaran aturan batas kebisingan yang merujuk pada ketentuan Mahkamah Agung India. Seorang jamaah yang berada di lokasi mengatakan, “Ini masjid, tempat ibadah. Bagaimana bisa masuk tanpa izin saat kami sedang salat?”
Ia juga menambahkan bahwa tindakan tersebut dianggap tidak menghormati kesucian tempat ibadah. Insiden ini segera memicu ketegangan di lokasi, dengan warga mengerumuni polisi dan memertanyakan tindakan “tak beradab” dan melanggar etika oknum aparat.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan perdebatan antara aparat dan warga yang menuduh adanya intimidasi dan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oknum polisi. Namun, pihak kepolisian membantah tuduhan tersebut.
Seorang pejabat kepolisian setempat menyatakan bahwa anggota tersebut tidak masuk ke dalam masjid dengan sepatu dan tidak melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. “Itu tidak benar, tidak ada kejadian seperti itu,” ujar pejabat tersebut.
Seraya dia menegaskan bahwa situasi telah diselesaikan melalui dialog dengan pengurus masjid. Polisi menjelaskan bahwa petugas saat itu sedang berpatroli dan merespons suara pengeras yang dianggap melebihi batas yang diizinkan.
Setelah insiden tersebut, aparat dan pengurus masjid disebut telah mengadakan pertemuan untuk meredakan ketegangan dan memastikan ketertiban tetap terjaga. Peristiwa ini kembali menyoroti sensitifnya isu keagamaan di India.
Terutama terkait penggunaan pengeras suara di tempat ibadah (masjid red) yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi sumber merebaknya polemik di kalangan masyarakat yang sewaktu-waktu dapat memicu konflik antar pengikut agama di sejumlah wilayah India. (net/aid/tsd/kim/smr)





