Narji Minta Maaf Pernah Dukung Jenderal Dudung Copot Baliho HRS, Kuntadhi: Luar Biasa Hasil Cuci Otak PKS

Komedian Sunardji alias Narji saat baru masuk Partai PKS memberi keterangan pada wartawan. Foto: sumbar.suara.com di google.co.id

Komedian Sunardji alias Narji menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas sikap politiknya sebelum gabung ke Partai PKS. Di mana Narji bersama sejumlah artis memberi dukungan moril kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang mencopot baliho Habib Rizieq Shihab (HRS) semasa jabat Panglima Kodam (Pangdam) Jaya DKI Jakarta.

semarak.co-Hal itu disampaikan Narji saat mengikuti kegiatan partai di DPD PKS Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Narji mengaku masih perlu banyak belajar tentang politik dan agama. Oleh karena itu, dia merasa tak segan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan PKS.

Bacaan Lainnya

Narji ipun mengaku siap mengikuti beragam pembinaan yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setelah resmi bergabung dengan PKS pada Desember 2021. Narji juga mengaku siap membantu berbagai kegiatan PKS di tengah masyarakat sebagai konsekuensi terjun ke dunia politik.

“Saya mau belajar banyak hal di PKS. Partai ini kan seperti pesantren, semua kadernya dididik dan dibina secara rutin. Saya menyatakan siap mengikuti kegiatan itu semua,” kata pria pemilik nama lengkap Sunarji Riski Radifan itu dalam keterangannya, seperti dilansir kompas.com – 04/01/2022, 15:53 WIB.

Narji mengaku tidak sama sekali bermaksud menyinggung pihak tertentu, terlebih menyinggung perasaan umat Islam. “Saya berharap, masyarakat mau memaafkan. Masak masyarakat tidak memaafkan saya. Istri saya saja memaafkan saya, yang punya tampang kayak begini,” kata dia.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto yang mendampingi Narji mendukung permohonan maaf dan pernyataan tersebut. Dia berharap, masyarakat berkenan memaafkan pelawak yang terkenal lewat grup lawak Cagur. “Bang Narji ini kan komedian jadi masih kurang luwes memahami konstelasi politik,” bela Mulyanto.

Sejak kecil dia tinggal di Tangerang Selatan dengan masyarakat yang relijius, sambung Mulyanto, dia belajar ngaji di surau dan dekat dengan ustadz dan kiai. Narji juga akan banyak belajar politik yang santun. Menurut dia, PKS terharu dan bangga mendengar pernyataan Narji yang akan mengikuti beragam pembinaan dalam partai.

Diberitakan sebelumnya, Narji resmi bergabung menjadi anggota PKS pada Minggu (19/12/2021). Resmi bergabungnya Narji ditandai dengan pemberian kartu tanda anggota (KTA) dan peci oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Sebelum ke PKS, nama Narji kerap digadang-gadang bakal terjun ke politik lewat Partai Demokrat. Deputi Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengungkapkan, komedian Narji memiliki keinginan bergabung dengan Partai Demokrat. Hal tersebut terjadi pada November 2021.

Mengutip sumbar.suara.com/ Jum’at, 07 Januari 2022 | 18:20 WIB/ Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari sikap Narji. Menurutnya, Narji sudah kena cuci otak PKS dan PKS sengaja menggunakan komedian itu untuk bersuara demi merebut suara massa FPI. Sebab selama ini, PKS besar karena kontribusi FPI di belakangnya.

“Ketika masuk partai itu, Narji sedang ingin katakan bahwa PKS mendukung FPI. Kita tinggal tunggu saja, sebentar lagi Narji akan bikin tagar Narji Save Habib Bahar,” kata Eko, dikutip dari Hops.id – jaringan Suara.com, Jumat (7/1/2022).

Eko meyakini, Narji tak lama lagi akan ikut-ikutan menjual agama demi urusan politik. Apalagi, PKS selama ini dikenal sebagai partai berbasis agama dan menjual agama untuk merebut hati pemilihnya.

“Ini betul-betul pengalihan profesi luar biasa, jika dulu Narji jual kelucuan sekarang jual agama. Kenapa dia minta maaf? Karena merasa massa FPI itu adalah massa PKS, mereka takut kehilangan, makanya Narji didorong untuk minta maaf,” kata Eko yang dijuluki buzzer.

Bagi Eko, wajar Narji telah berhasil dicuci otaknya. Sebab PKS memang dikenal sebagai partai mengambil posisi untuk merebut segmen muslim. Maka itu, mereka tentu punya strategi khusus dengan pendekatan komedian ini.

“Permintaan maaf soal dukung Dudung itu, artinya sama saja Narji senang jika FPI terus menerus merusak Jakarta. Saya membayangkan orang selucu Narji jadi norak kayak begini, ini kan luar biasa hasil cuci otak PKS,” kata dia lagi.

Sebelumnya Narji menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan sempat ikut mendukung keputusan Jenderal Dudung Abdurachman, Pangdam Jayakarta kala itu, menertibkan baliho bergambar mantan Imam FPI, Rizieq Shihab usai kepulangannya akhir 2020.

Permintaan maaf itu disampaikan Narji, sapaan akrabnya, usai secara resmi bergabung dengan PKS. Bersama sejumlah artis ibu kota kala itu, Narji mengaku tak berniat menyakiti perasaan umat Islam lewat dukungan penertiban baliho Rizieq oleh Kodam Jaya. “Saya berharap masyarakat mau memaafkan. Masak masyarakat tidak memaafkan saya. Istri saya saja memaafkan saya, yang punya tampang kayak gini,” kata dia.

Di PKS, dia mengaku siap mengikuti semua proses pembinaan. Ia mengaku juga tak segan membantu kegiatan partai di tengah masyarakat. Narji mengakui hal itu merupakan konsekuensi bergabung dengan partai. (net/kpc/uar/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *