Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Sholikhah mengungkap rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) penyelenggaraan pendidikan untuk menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Semarak.co – Termasuk mengatasi masalahan perundungan (bullying) yang marak terjadi di lingkungan sekolah. Anggota Legislatif (Aleg) PKS Sholikhah menilai, kalau ketiga unsur ini saling peduli memperhatikan pendidikan anak, anak akan tumbuh memiliki karakter yang kuat.
“Kemarin kita bikin pansus, di dalamnya kita masukkan orangtua, lembaga pendidikan, serta tokoh masyarakat berkewajiban untuk memperhatikan pendidikan anak-anak kita” ujar Sholikhah saat reses anggota dewan ke daerah pemilihan (Dapil) di Kecamatan Cengkareng, Rabu, (12/11/2025).
Dilanjutkan Sholikhah, “Kalau anak-anak kita memiliki karakter yang kuat, sama orangtua sopan, sama tetangga sopan, sama sesama teman saling menjaga, saling melindungi, sementara yang banyak terjadi disekolah gara-gara sering dibully, dan karakternya ngga kuat, pokoknya kalau sakit hati balas dendam.”
Insiden ledakan bom di SMA Negeri 72 Jakarta Utara, 7 November 2025 dinilai bias terjadi karena lemahnya karakter pada anak, akibat ketidakpedulian orang tua dan tokoh masyarakat terhadap pendidikan karakter anak.
“Sekarang kan banyak yang masa bodoh, ah bukan anak saya, ah bukan lingkungan saya. Kita semua punya tugas untuk melindungi generasi yang akan dating,” tutup Sholikhah, yang anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta seperti dilansir laman resmi pks.id, Sabtu, 15 Nov 2025 melalui WAGroup DPC-DPRa PKS Tambora. (net/pks/smr)






