Sejumlah pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) DKI Jakarta atau AMKI Jaya memenuhi undanga acara halal bihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M Ketua DPRD DKI Jakarta Ustadz H Khoiruddin di rumah dinas Jl Imam Bonjol Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).
Semarak.co – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyoroti ketimpangan layanan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta di Jakarta yang dinilainya masih tajam. Politisi PKS ini menggambarkan kondisi sekolah negeri yang seluruh fasilitasnya ditanggung pemerintah, mulai dari lahan, bangunan, hingga gaji guru.
Sebaliknya, sekolah swasta harus bertumpu pada kemampuan masyarakat. Sekolah swasta tanahnya milik masyarakat, bangunannya dari masyarakat, fasilitasnya terbatas, dan muridnya harus bayar sendiri. Gaji gurunya pun sangat minim.
Ia bahkan menyinggung kondisi guru swasta yang penghasilannya kerap di bawah petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Gaji PPSU sekitar Rp5,3 juta sedangkan guru swasta dengan gaji segitu saja sulit ditemukan di Jakarta.
Di bagian lain Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengkritik perlakuan terhadap madrasah yang dinilainya masih termarjinalkan dalam sistem pendidikan di Jakarta. Ia menyebut kondisi madrasah saat ini hidup segan mati tak mau dengan jumlah murid terbatas dan mayoritas berasal dari kalangan kurang mampu.
“Madrasah kita seperti anak tiri. Muridnya sedikit, banyak yang tidak mampu bayar, dan gaji gurunya sering kali tidak menentu. Pendidikan adalah kewajiban negara dan hak seluruh warga tanpa diskriminasi. Semua warga Jakarta bayar pajak. Seharusnya layanan pendidikan tidak membeda-bedakan antara negeri, swasta, maupun madrasah,” tegasnya.
Ketua AMKI Jaya Heryanto mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang diberikan Ustadz Khoiruddin. “Ya, silaturahmi macam ini harus terus dijalin. Bahkan tidak hanya dengan pihak DPRD DKI Jakarta, tapi banyak instansi dan tokoh perlu dibuka akses untuk selanjutnya menjadi mitra,” ujar Heryanto.
Organisasi akan hidup dan bertahan lama, terang Heryanto, jika punya kemitraan baik sesama organisasi atau kelembagaan, instansi, dan tokoh atau orang-orang yang ingin menjalin sinergi. “Kunci organisai bisa eksis karena banyaknya akses dan program. Dwitunggal akses dan program membuat organisasi eksis,” ucapnya.
Diketahui, AMKI Jaya telah menjalin kemitraan dengan pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. AMKI dan Kesbang akan mengadakan acara Diskusi Politik dan Media dengan tema Deteksi Dini Media Massa dalam Menjaga Etika dan Integritas di Tengah Disrupsi Politik dan Keberpihakan Sekarang Ini.
“Ya, AMKI Jaya dan Kesbangpol DKI Jakarta akan menggelar Diskusi Politik dan Media, rencananya tanggal 20 Mei 2026 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas di gedung Dewan Pers. Di mana keynote speake adalah Gubernur DKI Jakarta Bapak Pramono Anung,” terang Heryanto.
Adapun pembicaranya dari Dewan Pers, Akademisi dari Universitas Tanri Abeng, Politisi yang tentu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustadz Khoiruddin, Tokoh Pers dari Ketua umum AMKI Pusat Tundra Meliala, dan Pengamat Politik. “Semoga nanti acaranya lancar-lancar dan sukses. Aamiin,” ucapnya. (hms/smr)






