Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Kemendikdasmen.
Semarak.co – Mendes Yandri mengatakan, salah satu bentuk kerja sama dengan Kemendikdasmen adalah satu desa satu PAUD, kemudian membangun fasilitas PAUD yang bagus hingga peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang pendidikan.
Dia mengajak seluruh kepala sekolah dan insan pendidikan di Kabupaten Serang untuk menjadi contoh terbaik dalam suksesnya kolaborasi yang dilakukan oleh Kemendes PDT dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut.
“Di Serang ada 326 desa, semuanya desa, tidak ada kelurahan. Maka Menteri Desa punya kepentingan untuk memastikan mutu pendidikan itu benar adanya di semua desa di Serang,” ujar Mendes Yandri, di Ponpes BAI Mahdi Serang, dirilis humas melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Selasa malam (14/4/2026).
“Saya bersama Prof Mu’ti Mendikdasmen sudah MoU untuk meningkatkan kualitas pendidikan desa, termasuk di Serang. Salah satunya bentuk MoU adalah satu desa satu PAUD. Saya berharap MoU itu akan menjadi contoh terbaik yang berasal dari Kabupaten Serang,” sambungnya.
Selain itu, Yandri juga mengajak seluruh insan pendidikan di Kabupaten Serang untuk bersama-sama ikut mengawal program yang sangat berkaitan dengan sekolah, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, sukses atau tidaknya program MBG tergantung pengawalan dari kepala sekolah, pengawas, kepala OPD dan semua insan pendidikan yang ada di Serang. Yandri mengimbau insan pendidikan agar tidak segan melapor jika ada yang tidak benar pada pengelolaan program MBG.
Menurutnya, saat ini sudah ada ribuan SPPG yang di suspend atau di sanksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk itu ia minta di Kabupaten Serang supaya dijaga betul kualitas MBG sehingga tidak ada persoalan-persoalan di kemudian hari.
“Jadi kita tidak hanya melihat hidangan di meja anak-anak, tapi kepedulian bapak ibu sangat dibutuhkan. Maka saya tegaskan di forum ini, saya minta kepada bapak ibu sebagai mata, telinga, pengawas, pemantau di daerah bapak ibu langsung untuk memastikan kualitas, kuantitas, higenis itu benar adanya,” ujarnya.
“Jangan sampai ada yang keracunan atau sakit gara-gara MBG. MBG itu sangat mulia, rangkaian MBG itu sangat banyak, terutama di Kementerian Desa, kami punya desa ayam petelur, desa jagung, desa pisang, desa melon, ikan nila, ikan lele semuanya ada sekarang,” pungkasnya. (hms/smr).





