Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa implementasi program prioritas nasional di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Semarak.co – Mendikdasmen menyatakan, untuk program revitalisasi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 miliar lebih.
“Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan Alhamdulillah sudah terlaksana 100%,” ungkapnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis (16/4/2026).
Mendikdasmen menyampaikan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, baik dari sisi distribusi perangkat maupun pemanfaatannya.
“Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 Interactive Flat Panel (IFP) dan semuanya sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.
Dia juga memaparkan berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup perluasan akses bantuan pendidikan bagi peserta didik serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,06 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan secara nasional, serta melanjutkan program digitalisasi dengan penambahan tiga perangkat IFP per satuan pendidikan. Program PIP akan diperluas hingga jenjang TK serta menjangkau jutaan peserta didik.
Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru, serta didukung program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada 2027.
Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya dukungan pemda dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, dan Kartu Usaha Afirmatif serta program prioritas lainnya.
“Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemda, khususnya proyek yang berdekatan nasional, mulai dari pembangunan sekolah rakyat, digitalisasi pendidikan, Kopdes Merah Putih, Kartu Usaha Afirmatif, dan proyek-proyek lain yang sangat penting khususnya yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, strategi pembangunan daerah melalui program “Jatim Cerdas” difokuskan pada penguatan akses dan mutu pendidikan yang merata dan berkeadilan melalui pemerataan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pengajaran dan daya saing.
“Suksesnya program Jawa Timur ini karena sinergi dan kolaborasi semuanya, ini ketujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi diterima SNBP di perguruan tinggi negeri dengan rasio terima SNBP 27,20% baik jalur reguler maupun jalur KIP kuliah,” jelasnya.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD diarahkan pada penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rouf. (hms/smr)





