Dukung Kampus Patriot, Kementrans Perkuat Infrastruktur Digital dengan BSSN

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan pentingnya dukungan BSSN dalam penyediaan infrastruktur digital.

Kementerian Transmigrasi memperkuat infrastruktur digital dan keamanan siber guna mendukung pembangunan kawasan transmigrasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kedua pihak sepakat saling mendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi.

Semarak.co – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan pentingnya dukungan BSSN dalam penyediaan infrastruktur digital, khususnya jaringan internet yang stabil dan aman guna menunjang Kampus Patriot di sejumlah kawasan transmigrasi.

Bacaan Lainnya

“Kami akan membangun tiga Kampus Patriot di Kawasan Barelang, Batam; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Salor, Papua. Kami mohon bantuan BSSN untuk dukungan sinyal karena para mahasiswa akan menjalani pendidikan jarak jauh,” ujar Iftitah, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Rabu (14/1/2026).

Iftitah menjelaskan, pihaknya akan memberikan beasiswa Patriot kepada mahasiswa S2 dari tujuh kampus yakni Universitas Indonesia (UI), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Para penerima beasiswa patriot akan terjun langsung ke kawasan transmigrasi sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang bertugas menjadi tim pendahulu untuk pemetaan potensi wilayah. Mereka akan belajar di Kampus Patriot di kawasan transmigrasi untuk menciptakan solusi yang dihadapi para transmigran.

“Tahun ini kami kirim mahasiswa untuk tinggal bersama transmigran. Mereka menjadi ‘dokter’ bagi transmigran, misalnya membantu persoalan hama, pertanian, dan lainnya,” tutur Menteri Transmigrasi.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan BSSN untuk bersinergi. “Kami siap berkoordinasi dan memberikan layanan. BSSN bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, untuk memonitor dinamika ancaman, khususnya yang menyasar kementerian dan lembaga,” kata Sulistyo.

Dia menyatakan telah memberikan dukungan kepada Kementerian Transmigrasi khususnya dalam melindungi aset digital, termasuk pengamanan situs resmi dari potensi serangan siber. “BSSN membantu monitoring dan support. Sistem transmigrasi juga sudah ada sejak November tahun lalu,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor guna mewujudkan ekosistem digital yang aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. (AAF/SMR)

 

Pos terkait