Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026. Dia meyakini turnamen ini akan melahirkan para petarung hebat dan bisa membanggakan desanya.
Semarak.co – Yandri juga meyakini turnamen Esports merupakan turnamen yang menjanjikan. Dia menilai potensi generasi muda di desa harus diarahkan secara baik, seperti melalui Turnamen Esports Desa Nasional, sekaligus memperingati Hari Desa Nasional 2026 pada 15 Januari 2026.
“Tadi saya kaget, ternyata ada transfer pemain ekspor yang bernilai Rp 50 miliar. Artinya, industri ini sangat menjanjikan dan memang harus kita arahkan kepada hal-hal yang positif,” kata Yandri, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Selasa malam (13/1/2026).
Sebelumnya, Dirjen Percepetan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, turnamen Esports Desa bukan sekadar kompetisi tetapi juga untuk menjaring talent-talent ekonomi kreatif desa.
Untuk pemenang disiapkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta serta Piala Bupati Boyolali. Usai lomba ini, akan dilakukan pengembangan ekonomi kreatifnya seperti arena E Sport, di mana para talent bisa menjadi soundcaster, komentator, live streamer, pelatih, dan wasit.
Turnamen yang diikuti 3.000 peserta yang terbagi dalam kategori Free Fire dan Mobile Legends itu dalam rangka menjaring potensi atlet e-sport muda dari tingkat desa. (hms/smr)





