BAZNAS dan STACO Libya Bahas Peluang Kolaborasi Program Kemanusiaan

BAZNAS menerima audiensi organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), di Kantor BAZNAS RI, Jakarta.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menerima audiensi organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, membahas rencana kolaborasi dalam program bantuan kemanusiaan.

Semarak.co – Pimpinan BAZNAS Mokhamad Mahdum mengaku senang dengan kunjungan STACO yang dinilai memiliki keselarasan visi dalam misi kemanusiaan global. Ia mengapresiasi rekam jejak lembaga tersebut yang telah mengimplementasikan berbagai program kemanusiaan lintas negara.

Bacaan Lainnya

“Kita sangat senang, kita sangat bahagia bisa mendengarkan bagaimana teman-teman Libya punya program yang sangat bagus untuk membantu masyarakat Libya dan juga masyarakat Islam di negara lain,” jelas Mahdum, dirilis humas Baznas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Jumat (10/4/2026).

Dalam pertemuan ini, STACO mengajak BAZNAS bersinergi tidak hanya terbatas pada bantuan domestik, tetapi juga menyasar visi kemanusiaan yang lebih luas. STACO secara khusus mengajak BAZNAS untuk berkolaborasi dalam menangani isu-isu umat Islam di berbagai belahan dunia.

Sebagai langkah konkret awal, ia menyebut akan segera menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas bencana banjir di Libya melalui koordinasi bersama pihak STACO.

BAZNAS juga membuka ruang diskusi yang lebih luas di tingkat dewan pimpinan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur religi seperti yang telah dilakukan STACO di berbagai negara.

“Kami memiliki prinsip bahwa burung yang sama akan hinggap di pohon yang sama. Jadi jika kita memiliki niat baik, niat yang sama, insyaallah akan sangat mudah bagi kita untuk bekerja sama,” ujar Mahdum.

Mahdum berharap sinergi yang akan terjalin ini dapat menjadi contoh bagi institusi zakat dan kemanusiaan lainnya bahwa problematika umat tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Ia menegaskan, setiap tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh umat Islam di tingkat global merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut kolaborasi tanpa batas negara. “Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan, mengatakan pihaknya mengajak BAZNAS RI untuk bersinergi dalam gerakan kemanusiaan khususnya penanganan pascabencana bagi pengungsi banjir Kota Derna di Libya.

Ia juga menawarkan kolaborasi untuk pengembangan infrastruktur pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di Libya. Dalam rencananya, STACO akan mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun depan.

“Dan mengingat lembaga kalian sekarang memberikan beasiswa kira-kira tahun ini 50 mahasiswa, saya mengusulkan, mengingat kita insyaallah akan bekerja untuk mendirikan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi, insyaallah, dengan izin Allah jika tidak ada hambatan, akan dimulai tahun depan,” ujarnya.

Selain di Libya, kolaborasi ini juga diproyeksikan merambah ke ranah internasional dengan rencana pembangunan pusat Islam dan masjid di Brasil. Proyek ini bertujuan menyediakan fasilitas pengajaran bahasa Arab bagi penutur non-Arab serta memperluas syiar Islam di Amerika Latin.

“Program-program adalah ide yang mungkin dengan diskusi detail berubah menjadi proyek-proyek nyata dan konkret. Kami mengusulkan penandatanganan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia di Libya setiap tahunnya agar ada keberlanjutan selamanya,” tuturnya. (hms/smr)

Pos terkait