ASDP Prediksi Trafik Naik 30%, Pemerintah Pastikan Tak Larang Mudik Idul Adha dan 15 Ribu Polisi Siap Amankan

Kegiatan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry. Foto: indopos.co.id

Sebanyak 15 ribu polisi lalu lintas bakal dikerahkan untuk mengamankan arus mudik libur panjang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah akhir pekan ini. Tepatnya Jumat-Minggu (31/7 -3/8/2020)

semarak.co– Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, pengamanan mudik ini merupakan bagian dari pelayanan publik yang dilakukan Polri. Istiono memprediksi akan ada gelombang mudik pada akhir pekan ini.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kata Istiono, Idul Adha tahun ini jatuh pada hari Jumat sehingga ada tiga hari libur yang diperkirakan akan dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung. Sejumlah jalur yang akan dijaga polisi adalah jalan arteri dan tol dari Jakarta hingga Jawa Timur serta jalan arteri dan tol Banten hingga Lampung.

“Personel yang kami kerahkan 1/3 kekuatan atau kurang lebih 15.000 orang. Kegiatan (pengamanan mudik) ini fokus pada jalur tol, arteri dan tempat-tempat pariwisata,” kata Irjen Istiono saat memimpin apel pelepasan polisi lalu lintas yang bertugas mengamankan mudik Idul Adha, di Kantor NTMC Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Pengamanan mudik Idul Adha kali ini berbeda dengan pengamanan mudik saat Idul Fitri lalu. Penjagaan yang dilakukan para personel Lalu Lintas Polri dalam libur Idul Adha ini bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan para pemudik.

Mantan Kapolda Babel ini menjelaskan pengamanan kali ini hanya bersifat operasi biasa yang ditingkatkan. Sementara pengamanan saat Idul Fitri adalah operasi khusus mencegah arus mudik karena untuk memutus penularan pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Selain menempatkan polisi di jalur-jalur mudik, polisi juga disiagakan di lokasi-lokasi salat Ied dan lokasi pemotongan hewan kurban. “Agar diatur, diantisipasi agar tidak terjadi kepadatan (kerumunan). Anggota (Polri) harus hadir di lapangan dan membantu masyarakat yang beraktivitas,” kata Kakorlantas Istiono.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sejumlah antisipasi menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H pada Jumat (31/7/2020) yang berarti akan ada libur panjang akhir pekan dan tidak ada larangan mudik.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan jajarannya untuk mengantisipasi adanya lonjakan penumpang maupun lalu lintas kendaraan.

Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada transportasi antarkota maupun di dalam kota, karena masyarakat yang akan bersilahturahmi maupun berlibur seusai menjalankan ibadah Idul Adha.

“Kami telah lakukan antisipasi di simpul-simpul transportasi, di jalan-jalan nasional dan tol, dan di daerah wisata yang diprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan karena long weekend mulai Jumat, Sabtu dan Minggu,” ujar Budi Karya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Kemenhub telah mempersiapkan personel, serta berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian, dan Dinas Perhubungan di daerah untuk meningkatkan pengawasan di lapangan, serta dengan para operator transportasi. Menhub menambahkan pada Idul Adha tahun ini, tidak ada kebijakan pelarangan mudik seperti pada Idul Fitri lalu.

Hanya saja, Kemenhub telah meminta kepada seluruh operator transportasi untuk bersama-sama menciptakan transportasi yang aman dan produktif yang berarti transportasi yang berkeselamatan, dan berkesehatan, mulai dari area keberangkatan, saat dalam perjalanan, dan ketika tiba di tujuan.

Menhub menjelaskan kementerian yang dipimpinnya bersama stakeholder di sektor transportasi, telah berkomitmen untuk menyediakan transportasi publik yang aman dan sehat, guna mencegah penyebaran Covid-19.

Itu telah dilakukan sejak diterapkannya masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sektor transportasi, melalui terbitnya Permenhub 41 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada 8 Juni lalu.

Kemudian terkait kriteria dan persyaratan perjalanan orang, Kemenhub masih mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020. “Kami berupaya membangun kepercayaan publik agar merasa percaya diri menggunakan transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat dan kapal,” ujar Menhub.

Beberapa waktu lalu, Menhub mengaku, sempat meninjau ke sejumlah simpul transportasi seperti di bandara, stasiun, pelabuhan, dan terminal di Jakarta, Tangerang, Merak, Solo, Yogyakarta dan penerapan protokol kesehatannya cukup baik.

Kemenhub mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat menggunakan transportasi publik. Protokol kesehatan yang perlu dijalankan adalah memakai masker dan pelindung wajah, menjaga jarak, sering mencuci tangan/membawa hand sanitizer, memastikan telah melakukan rapid test/PCR dengan hasil nonreaktif/negatif.

Selain transportasi penumpang, menjelang Idul Adha ini, Kemenhub juga menyediakan angkutan ternak untuk memenuhi pasokan hewan kurban di sejumlah daerah dengan mengerahkan enam unit kapal ternak, guna mengangkut kebutuhan hewan kurban dari dan ke daerah yang membutuhkan.

Pada Sabtu (25/7/2020), kapal ternak KM Camara Nusantara 2 yang mengangkut 550 ekor sapi telah tiba di Pelabuhan Dumai, Riau dari Pelabuhan Tenau, Kupang.

Kemenhub juga tetap memastikan angkutan logistik antar kota tetap berjalan dengan lancar untuk menjaga ketersediaan logistik nasional, khususnya kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, periode layanan Angkutan Hari Raya Idul Adha 1441 H, akan berlangsung mulai 29 Juli 2020 hingga 3 Agustus 2020.

Puncak arus berangkat diperkirakan mulai terjadi pada hari ini Rabu (29/7/2020) dan Kamis (30/7/2020). Sementara puncak arus balik pada Minggu (2/8/2020) dan Senin (3/8/2020).

Pihaknya mengimbau pengguna jasa melakukan perjalanan pada siang hari. Sehingga dapat menghindari potensi antrian yang terjadi pada malam hari. Dan pengguna jasa diimbau melakukan check in 2 jam sebelum keberangkatan.

“Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan long weekend. Diperkirakan akan terjadi kenaikan trafik hingga 30 persen dibanding hari normal. Prediksinya, akan terjadi peningkatan signifikan pada kendaraan Roda Dua. Kurang lebih 2.800 unit. Khususnya di 4 pelabuhan utama,” ujar Ira di sela virtual press conference, Rabu (29/7/2020).

Untuk kelancaran layanan penyeberangan di periode libur Idul Adha ini, kata dia, kapasitas terpasang kapal juga memadai. Khususnya di 4 pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Dengan asumsi kenaikan trafik 30 persen dibanding hari normal akibat pandemi Covid-19, dipastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, sekitar 44,75 persen.

Pada periode layanan Angkutan Hari Raya Idul Adha tahun ini, ASDP juga akan menerapkan proses screening (stopper) di sejumlah titik akses jalan menuju pelabuhan yang berperan untuk memastikan bahwa pengguna jasa sudah memiliki tiket.

Dengan demikian, penumpukan kendaraan di area toll gate pelabuhan dapat dihindari. “Kami akan menempatkan personil di lapangan, yang bertugas menyaring pengguna jasa yang belum bertiket agar tidak langsung masuk ke area pelabuhan.

Atau, lanjut Ira, menyaring pengguna jasa yang datang tapi tidak sesuai jam keberangkatannya atau tidak sesuai data identitas yang tertera di e-ticket. “Kita akan filter, sehingga tidak akan menimbulkan antrian di pelabuhan,” pungkasnya. (pos/net/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *