Dalam momentum kick-off pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara nasional, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau pelaksanaan CKG di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (4/8/2025).
Semarak.co – Menko PMK Praktino memantau langsung proses pemeriksaan kesehatan yang dijalani para murid, meliputi pemeriksaan kebugaran, pengukuran gizi, berat dan tinggi badan, pemeriksaan darah, mata, telinga, serta gigi.
Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas sekitar dan Dinas Kesehatan setempat. Semua murid SMPN 1 Padangan tampak antusias mengikuti seluruh proses pemeriksaan kesehatan. Menko PMK pun berbaur dan berinteraksi hangat dengan para murid, guru, serta petugas kesehatan yang bertugas.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya program CKG untuk para murid sekolah. Menurutnya, kesehatan adalah syarat utama bagi generasi muda untuk menjadi generasi emas Indonesia.
“Kalau tidak sehat, semuanya jadi tidak ada gunanya. Misalnya kalian berprestasi, nilainya 10, tapi tidak sehat. Sakit-sakitan, nilainya 10 dikali 0, ya nilainya 0. Makanya kalian harus sehat,” ujar Menko PMK Pratikno yang juga merupakan alumni SMPN 1 Padangan.
Saat peninjauan, Menko PMK Pratikno menemukan beberapa permasalahan kesehatan pada murid, salah satunya adalah ditemukan murid yang memiliki kadar gula darah tinggi. Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
“Tadi ditemukan beberapa anak yang kadar gula darahnya tinggi. Kegemukan. Itu yang tidak boleh. Termasuk untuk mengatur pola makan, jangan kebanyakan gula, jangan minum yang manis-manis. Kalian sudah manis, tidak perlu tambah manis. Ini sudah manis-manis semua. Minum teh tawar, ngopi tawar. Kalau mau manis, makan buah,” candanya.
Ia juga mendorong para murid untuk rutin berolahraga dan menjaga kondisi kesehatan masing-masing. “Pak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia sehat. Jadi kalau sudah tahu apa masalah kesehatannya, tolong dijaga betul. Kalau gula darah tinggi, ya dijaga,” pesan dia.
Dilanjutkan Menko PMK Pratikno, “Rajin olahraga dan kurangi makanan yang terlalu banyak gula, kalori, dan karbohidrat. Saya titip pesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro untuk terus melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak kepada masyarakat.”
“Demi masa depan Indonesia, masa depan kalian semua. Kita ingin adik-adik semua jadi generasi emas Indonesia. Kalian harus jaga kesehatan. Makan yang benar, jangan berlebihan gula, jangan berlebihan nasi, jangan berlebihan lemak. Jajan yang benar. Perbanyak buah, itu lebih bagus, dan olahraga teratur,” pungkasnya.
Hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bojonegoro.
Di bagian lain dirilis humas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen membentuk generasi sehat dan berkarakter melalui Pagi Ceria dan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan peninjauan langsung sebagai momentum kolaboratif antara Kemendikdasmen dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Rangkaian Pagi Ceria dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa, dan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat dari semangat anak-anak mengikuti gerakan senam bersama Mendikdasmen Mu’ti.
Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak memiliki hidup yang sehat, cinta tanah air dan juga spiritualitas yang tinggi. Dalam sambutannya, Mendikdasmen Mu’ti mengajak siswa menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, sehat jasmani, kuat, terbiasa makan bergizi, rajin berolahraga, dan bersahabat dengan teman.
Pesan ini ia sampaikan sebagai wujud dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo dalam membentuk generasi tangguh sejak dini. “Pesan Pak Presiden Prabowo, kalian semua harus menjadi anak-anak Indonesia yang hebat, anak-anak Indonesia yang kuat,” kutip Mendikdasmen Mu’ti dalam sambutan.
“Anak-anak Indonesia yang biasa makan yang sehat dan bergizi, biasa berolahraga, dan harus membiasakan diri untuk senantiasa bersahabat dengan teman-teman ya?” demikian Mendikdasmen Mu’ti dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Senin sore (4/8/2025).
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang bertujuan menghadirkan dampak nyata dan cepat bagi Masyarakat.
Pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah mendukung Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Melalui pemeriksaan kesehatan dasar yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan, program ini menjadi langkah strategis dalam membentuk anak-anak Indonesia yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah akan digelar setiap setahun sekali, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru sekolah.
“Ini adalah program kolaborasi lintas kementerian, cek kesehatan hari ini terdiri dari status gizi, tinggi badan, berat badan, pemeriksaan gigi, mata, telinga, dan tes kebugaran. Setiap setahun sekali, ajaran baru kami akan melakukan cek kesehatan gratis supaya kebiasaan sehatnya terbangun,” ujar Maria.
Kembali Mendikdasmen Mu’ti menyampaikan bahwa pemeriksaan ini penting sebagai deteksi awal masalah kesehatan anak, demi mencegah gangguan yang dapat menghambat tumbuh kembang serta menurunkan kualitas generasi bangsa.
“Program pemeriksaan kesehatan gratis ini dimaksudkan sebagai usaha dari Bapak Presiden bersama dengan berbagai pihak. Kementerian Kesehatan sebagai leading utamanya dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah sebagai mitranya berusaha untuk bagaimana membangun kebiasaan hidup yang sehat,” paparnya.
“Dan juga budaya hidup yang sehat di kalangan anak-anak, karena dengan pemeriksaan kesehatan ini dapat diketahui sejak dini masalah-masalah kesehatan yang ada di kalangan anak-anak kita,” demikian Mendikdasmen Mu’ti menambahkan dirilis humas Kemendikdasmen yang sama ini.
Dengan pemeriksaan kesehatan ini, kita dapat menyelamatkan anak-anak kita dari berbagai kemungkinan penyakit yang dapat tidak hanya menghambat kesehatan mereka tapi juga menurunkan kualitas dari generasi bangsa,” urai Menteri Mu’ti.
Kesempatan sama, Mendikdasmen Mu’ti juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai oleh anak-anak. Ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan, kebiasaan bermain gim berlebihan bisa mengganggu aktivitas fisik, kesehatan, dan emosi anak.
Anak perlu diarahkan agar menggunakan gawai untuk hal-hal yang edukatif dan bermanfaat agar tidak mengakses informasi maupun gim yang mengandung kekerasan, demi menjaga tumbuh kembang mereka secara sehat dan aman.
“Penggunaan gawai oleh anak-anak ini semaksimal mungkin dibatasi, kontrol orang tua sangat penting agar mereka tidak menggunakan media ini secara berlebihan, yang itu juga merusak kebiasaan fisik mereka karena kurang beraktivitas,” imbuh Mendikdasmen Mu’ti.
“Kebiasaan-kebiasaan anak itu perlu kita dampingi sehingga mereka kalau memanfaatkan gawai supaya yang diakses adalah yang bermanfaat dan mereka dapat menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat edukatif dan bermanfaat,” demikian Mendikdasmen Mu’ti dipenutup rilis. (hms/smr)





