Tinjau Pelaksanaan TKA di Bandung, Wamendikdasmen Atip: Tidak Perlu Cemas, TKA Bukan Penentu Kelulusan

(Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung berjalan sesuai dengan ketentuan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat memastikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Bandung berjalan sesuai dengan ketentuan prosedur dan mekanisme yang sudah ditetapkan.

Semarak.co – Wamen Atip menyebutkan, tujuan pokok TKA adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi kemampuan individual dari para siswa sesuai dengan kemampuan akademik murid. Ia berharap, semua pihak berkolaborasi dengan baik sehingga pelaksanaan TKA terus meningkat.

Bacaan Lainnya

“TKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak, jadi tes saja namanya,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (10/4/2026).

Terkait dengan kesiapan pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan ke setiap sekolah, guna menunjang kelancaran TKA.

Hal ini karena tidak setiap sekolah dapat menjadi tempat pelaksanaan TKA, terdapat sekolah yang masuk zona blank spot internet. “Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga di dukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah,” jelas Asep.

Sikap optimis ditunjukkan oleh salah satu peserta TKA bernama Zaskia siswa kelas 9D, yang harus mengikuti ujian dengan kursi roda, karena baru selesai menjalani operasi tulang. Ia pun menuturkan persiapan yang ia lakukan di antaranya dengan latihan soal dan belajar bersama.

“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” ujar Zaskia optimis.

Hal senada juga disampaikan Ratu Putri Anjani. Walaupun terkendala pada beberapa soal, ia optimis meraih nilai yang baik pada Tes Kemampuan Akademik ini. “Alhamdulillah lancar, walaupun ada beberapa soalnya yang sulit, tetapi sejauh ini bisa ,banyak soal yang dikerjakan, jadi tetap optimis,” ujarnya.

Kepada teman-teman yang mengikuti TKA ia pun mengajak untuk terus bersemangat belajar dan lebih mempersiapkan diri mengikuti TKA. “Buat teman-teman yang mengikuti TKA semangat belajarnya, lebih disiapkan lagi, biar TKA nya lancar,” ujar Ratu bersemangat.

Jadikan TKA Pengalaman Belajar yang Positif dan Bermakna

Pelaksanaan TKA jenjang SMP telah berlangsung selama sepekan, menghadirkan beragam pengalaman positif dari peserta didik di berbagai daerah. Mengusung semangat “Jujur dan Gembira”, para siswa menunjukkan antusiasme, kesiapan, serta kepercayaan diri dalam mengikuti asesmen ini.

Antusiasme tinggi terlihat di berbagai wilayah, termasuk di Papua. Di SMP Negeri 1 Sentani, sebanyak 296 peserta tercatat mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 100%. Salah satu peserta, Gloria El A.K. Joteni, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti TKA terasa menyenangkan.

“Awalnya saya sedikit gugup, tapi setelah mulai mengerjakan ternyata soal-soal TKA tidak sesulit yang dibayangkan. Sebelum TKA, kami rutin mengerjakan soal latihan dan melakukan pendalaman materi,” ujar Gloria.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh siswa di SMP Negeri 239 Jakarta. Arya Dwi Putra, siswa kelas IX, menilai TKA sebagai pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna dalam mengukur kemampuan akademiknya.

“Setelah mengikuti TKA, saya merasa sangat senang dan semangat. TKA bukan sekadar tes, tetapi menjadi cara untuk mengetahui sejauh mana kemampuan saya dalam bidang akademik,” ungkap Arya.

Sementara itu, Jihan, siswa SMP Negeri 239 Jakarta lainnya, menyampaikan bahwa TKA memberikan manfaat dalam menambah wawasan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak. Ia juga menilai bahwa soal yang diujikan masih selaras dengan materi yang telah dipelajari di sekolah.

“Saya sangat senang mengikuti TKA ini karena dapat menambah pengetahuan. Soalnya juga sesuai dengan yang dipelajari, sehingga bisa dikerjakan dengan baik,” tuturnya.

Di Kota Cimahi, Jawa Barat, antusiasme peserta juga tercermin dari tingginya tingkat kehadiran yang mendekati 100 persen di berbagai satuan pendidikan. Pelaksanaan TKA berjalan tertib dengan dukungan proktor, teknisi, dan pengawas yang menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Para siswa di Cimahi pun mengaku dapat mengikuti ujian dengan baik. Rayhan, siswa SMP Negeri 4 Cimahi, menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengerjakan soal. “Soal TKA sangat mudah, apalagi kalau membacanya lebih teliti,” ujarnya. (hms/smr)

Pos terkait