Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02 di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 Sandiaga Uno melambaikan tangan saat tiba di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Sandiaga Uno hadir untuk mewakili Capres Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Foto: internet

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang berpasangan Anies Baswedan, Sandiaga Salahuddin Uno meramalkan perekonomian Indonesia dipastikan bakal memasuki resesi ekonomi. Menurut Sandi, kabar mengenai negatifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua kuartal itu bakal diumumkan, Rabu besok, 5 Agustus 2020.

semarak.co– Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pada kuartal II 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 4,3%. Namun belum dikatakan resesi sebab pertumbuhan ekonomi pada kuartal satu masih positif, yakni 2,97%. Ekonomi disebut resesi bila pertumbuhan ekonomi selama 2 kuartal berturut-turut negatif.

“Saya mohon bantuan dari teman-teman di sini untuk mensosialisasikan dan mengedukasi UMKM di daerah bahwa resesi sebentar lagi masuk di Indonesia. Tanggal 5 Agustus akan ada pengumumannya. Karena kita sudah hampir bisa memastikan kita memasuki resesi,” jelas Sandi dalam video yang diunggah dalam facebook pribadinya, Minggu (2/8/2020).

Potensi resesi, lanjut Sandi Uno, bakal melemahkan permintaan dan produksi. Sehingga akan berdampak langsung kepada sektor UMKM. Politikus Partai Gerindra itu memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II bakal mengalami kontraksi cukup parah.

BACA JUGA :  Sandiaga dan Prabowo Bertemu Kembali, Sepakat Wujudkan Lumbung Pangan yang Jadi Janji Kampanye Pilpres 2019

“Kontraksi itu mencapai minus 6 persen, lebih tinggi dari ramalan pemerintah. Di kuartal II 2020 ini, saya prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi besar mengalami kontraksi. Bahkan hingga minus 6 persen jika sektor konsumsi belum pulih karena pelemahan daya beli masyarakat,” ujar Sandi, calon wakil presiden pasangan Prabowo.

Pemerintah, saran Sandi, harus mempercepat realisasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) demi mengurangi dampak dari resesi. Terutama realisasi anggaran kesehatan, bantuan sosial, serta insentif untuk UMKM. (net/smr)

 

sumber: eramuslim.com di WA Group Anies For Presiden 2024

LEAVE A REPLY