(kiri-kanan): Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama BRIsyariah Ngatari, Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari menunjukkan lembar perjanjian merger usai tanda tangan. Foto: humas BNI Syariah dan Mandiri Syriah

PT Bank BRIsyariah (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) mempublikasikan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (merger) yang mencakup penjelasan mengenai visi, misi, dan strategi bisnis bank hasil penggabungan.

semarak.co-Publikasi itu merupakan bagian dari tahapan rencana penggabungan ketiga bank syariah milik BUMN. Sesuai Ringkasan Rencana Merger, bank hasil penggabungan ini akan memiliki modal dan aset yang kuat dari segi finansial.

Lalu sumber daya manusia (SDM), sistem teknologi informasi, maupun produk dan layanan keuangan untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah serta meningkatkan daya saing untuk mencapai visi Menjadi Salah Satu dari 10 Bank Syariah Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar Secara Global dalam Waktu 5 Tahun ke Depan.

Adapun total aset dari bank hasil penggabungan ini akan mencapai Rp214,6 triliun. Dimana modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Dengan demikian bank hasil penggabungan akan masuk ke dalam TOP 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi aset dan TOP 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar.

Bank Hasil Penggabungan, begitu selanjutkan akan ditulis, akan tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan ticker code BRIS.

Komposisi pemegang saham pada Bank Hasil Penggabungan adalah PT Bank Mandiri (BMRI) 51,2%, PT Bank Negara Indonesia (BNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah 2% dan publik 4,4%.

Struktur pemegang saham tersebut adalah berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan. Dokumen Ringkasan Rencana Merger telah disampaikan kepada seluruh regulator terkait baik regulator pasar modal dan perbankan.

BACA JUGA :  Revolusi Mental Award BUMN 2018, Sucofindo Raih Penghargaan Best Leader Revolusi Mental Bersih

Tahapan dan proses-proses selanjutnya akan sepenuhnya dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, seluruh proses dan tahapan-tahapan setelah Ringkasan Rencana Merger tersebut akan terus dikawal hingga tuntasnya integrasi ketiga bank peserta penggabungan.

“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action. Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar,” ujar Hery dalam rilis Humas Mandiri Syariah dan BNI Syariah melalui WA Group masing-masing, yaitu WA GRouP MeDia BSM dan Jurnalis Syariah hari yang sama, Rabu (21/10/2020).

“Saya, mewakili PMO, diamanahkan pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menambahkan, masih ada sejumlah tahapan sampai tuntasnya penggabungan ini. “Alhamdulillah, hari ini kita telah merampungkan dan menyampaikan Rencana Merger yang menjadi milestone penting dari serangkaian proses dalam merger ini,” ujar Ngatari di rilis yang sama.

Masih ada serangkaian proses dan milestone yang harus dilalui, lanjut Ngatari, dan pihaknya memastikan semuanya dilakukan dengan saksama sesuai regulasi dan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Kami juga memastikan kepada para nasabah bahwa layanan tetap berjalan normal dan optimal,” ujar Ngatari lagi.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir Luncurkan Banpres Produktif Usaha Mikro

Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menambahkan, strategi dan rencana bisnis dari Bank Hasil Penggabungan sebagaimana tercantum dalam Rencana Merger sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mewujudkan ekosistem halal dan mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi Syariah yang luar biasa besar dan belum kita optimalisasi sepenuhnya,” ujar Firman.

Karena itu, kata Firman, diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki modal, aset, sumber daya manusia, sistem teknologi, dan produk-produk yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah.

“Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global,” ucap Firman.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni E.B. Subari menjelaskan, merger ini menggabungkan kekuatan dari tiga bank Syariah milik BUMN sehingga Bank Hasil Penggabungan akan menghadirkan layanan dan solusi keuangan Syariah yang lengkap, modern dan inovatif dalam satu atap untuk berbagai segmen nasabah dengan berbagai kebutuhan.

“Ditunjang lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM serta didukung 20 ribu karyawan tersebar di seluruh Indonesia, Bank Hasil Penggabungan akan mampu memberikan layanan finansial berbasis syariah, layanan sosial bahkan spiritual bagi lebih banyak nasabah,” ujarnya.

Dengan core competence masing-masing, kata Toni, akan saling melengkapi, saling menguatkan. “Jadi Bank Hasil Penggabungan nantinya akan memiliki layanan berbasis syariah yang komprehensif dalam satu atap bagi semua segmen nasabah,” imbuh Toni.

BACA JUGA :  PT Pos Gelar Materai Award 2019 Untuk Dorong Masyarakat Tidak Beli yang Palsu

Mulai dari UMKM, rinci Toni, ritel, komesial, wholesale Syariah, sampai korporasi. Baik untuk nasabah nasional maupun investor global. Di segmen ritel, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islami seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan.

“Lalu remitansi internasional dan layanan, solusi keuangan lainnya yang berlandaskan prinsip Syariah yang didukung kualitas digital banking dan layanan kelas dunia,” rinci Toni.

Di segmen korporasi dan wholesale, kta dia, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan Syariah.

Selain itu, Bank Hasil Penggabungan juga diyakini akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di samping itu, akan menyasar investor global lewat produk-produk Syariah yang kompetitif dan inovatif.

Di segmen UKM dan Mikro, Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.

Tanggal efektif penggabungan sebagaimana tercantum dalam Ringkasan Rencana Merger adalah 1 Februari 2021. Untuk itu, tidak ada perubahan operasional dan layanan selama proses ini berlangsung.

Bagi para nasabah, ketiga bank menjamin sepenuhnya operasional tetap berjalan normal dengan kualitas layanan yang tetap optimal dan prima. Menjadi komitmen ketiga bank Syariah untuk melaksanakan merger ini dengan sebaik-baiknya demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan. (smr)

LEAVE A REPLY