Manchester City Comeback atas Southampton di Semifinal FA Cup

Pasukan biru Manchester City  menunjukkan karakter sangat kuat saat membalikkan keadaan melawan Southampton di semifinal FA Cup. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke partai final setelah duel ketat.

Semarak.co Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, Southampton sempat unggul lebih dulu lewat gol indah Finn Azaz di babak kedua. Gol terjadi justru setelah Man City menggedor habis-habisan pertahanan Southampton. Dan kebobolan menyakitkan itu direspon cepat melalui gol Jeremy Doku dan Nico Gonzalez.

Bacaan Lainnya

Pertandingan di Wembley London, berlangsung dengan dominasi penguasaan bola dari Manchester City di atas 60%. Meski acapkali pertahanannya digempur dan diteror, Southampton tampil sangat disiplin dan mampu menahan tekanan cukup lama.

Perubahan tempo di babak kedua menjadi titik balik bagi tim asuhan Pep Guardiola. Intensitas serangan yang meningkat akhirnya membuahkan hasil. Dari laga ini, ada sejumlah pelajaran penting yang bisa diambil. Berikut lima hal utama dari kemenangan dramatis Manchester City.

1. Kualitas Taktik Eckert Mulai Terlihat

Pada awal musim, nama Tonda Eckert belum banyak dikenal. Pelatih 33 tahun awalnya untuk menangani tim U-21 Southampton. Namun situasi berubah cepat setelah diberi kesempatan di tim utama. Ia mengisi kekosongan setelah pemecatan Will Still dan langsung memberi dampak besar pada performa tim.

Eckert memiliki pengalaman melatih di berbagai klub. Ia pernah menimba ilmu di Bayern Munich, Barnsley dan Genoa. Kemampuan taktiknya mulai mendapat sorotan setelah Southampton menang 2-1 atas Arsenal di perempat final. Hal serupa juga terlihat di Wembley saat timnya mampu membatasi peluang Man City dengan sangat baik.

2. Foden Kembali Kurang Maksimal

Phil Foden kembali gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam pertandingan ini. Ia masih berusaha menarik perhatian Thomas Tuchel demi kembali ke skuad tim nasional Inggris. Persaingan di klub juga semakin ketat setelah kedatangan Rayan Cherki.

Situasi ini membuat peran Foden di Manchester City mulai terpinggirkan. Saat mendapat kesempatan tampil sebagai starter di Wembley, ia tidak mampu memberikan dampak signifikan. Pertahanan rapat Southampton membuat ruang geraknya sangat terbatas.

Tekanan dari pemain seperti Jander dan Cameron Bragg semakin menyulitkannya bergerak dinamis sepanjang laga. Foden akhirnya ditarik keluar pada menit ke-58 dan peluangnya menuju Piala Dunia dan menarik perhatian Tuchel semakin menipis.

3. Manchester City Diuji oleh Strategi Bertahan Lawan

Southampton datang dengan rencana permainan jelas. Mereka sadar Man City akan mendominasi penguasaan bola sejak awal laga. Strategi yang digunakan mirip dengan saat menghadapi Arsenal di perempat final. Mereka bermain bertahan, tetap terorganisir dan mengandalkan serangan balik.

Meski kehilangan beberapa pemain kunci seperti Ryan Manning, Flynn Downes dan Jack Stephens, performa tim Southampton tetaplah solid. Absennya pemain utama tidak terlalu terlihat dalam jalannya pertandingan tersebut.

Dalam pertandingan itu Wellington tampil baik di sisi kiri pertahanan dalam duel satu lawan satu (head to head). Sementara gelandang Nathan Wood dan Jander menunjukkan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan tim.

4. Momentum Cepat Mengubah Segalanya

City mendominasi sepanjang babak pertama, namun momen kejutan datang dari Finn Azaz yang mengubah suasana laga. Golnya berawal dari kerja keras Jander yang merebut bola di lini tengah. Azaz kemudian berputar dan melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan James Trafford.

Gol itu membuat sebagian besar penonton di Wembley bersorak. Southampton sempat berada di atas angin. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya tiga menit berselang, tembakan Jeremy Doku mengenai James Bree dan berbelok masuk ke gawang.

5. Gol Roket Gonzalez Jadi Penentu

Southampton tampil disiplin dengan bertahan dalam dan menyerap tekanan lawan sepanjang laga. Mereka mampu meredam serangan The Citizens dalam banyak momen. Demikian dilansir Bola.net pada Minggu, 26 April 2026.

Situasi tampak terkendali ketika gelandang bertahan City, Nico Gonzalez membawa bola ke depan. Pada awalnya, ancaman tersebut tidak terlihat berbahaya bagi lini pertahanan lawan. Namun Gonzalez melepaskan tembakan keras yang meluncur ke sudut atas gawang.

Kiper Daniel Peretz tidak memiliki peluang untuk menghentikan bola tersebut. Gol itu menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan semifinal ini. Tembakan spektakuler tersebut layak menjadi momen yang memastikan hasil akhir laga. (net/bn/kim/smr)

Pos terkait