Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyoroti dampak kondisi geopolitik global yang saat ini turut mempengaruhi kebijakan internal kementerian. Kemendukbangga/BKKBN turut mendukung kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat.
Semarak.co – Namun, Menteri Wihaji menegaskan WFH harus tetap menjaga profesionalitas, dengan seluruh pegawai tetap siaga selama jam kerja serta berada dalam radius maksimal 50 meter dari tempat tinggal.
“Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya memastikan pelaksanaan program prioritas berjalan optimal melalui penguatan monitoring dan evaluasi secara terpadu dan menjadi bagian dari upaya menjaga kinerja program tetap adaptif, efektif, dan responsif,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Selasa malam (7/4/2026).
Wihaji menyampaikan, kebijakan WFH tidak hanya berdampak pada fleksibilitas kerja, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan seluruh pegawai Kemendukbangga/BKKBN, kebijakan WFH ini bisa mengefisiensi (BBM) 68 ribu liter per harinya.
Pengawasan Pendistribusian MBG Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non-PAUD
Pada kesempatan yang sama, Menteri Wihaji mengimbau seluruh kepala perwakilan di tingkat provinsi untuk melakukan pemantauan distribusi MBG setiap hari guna memastikan program berjalan tepat sasaran.
Wihaji meminta petugas lapangan untuk melakukan pengawasan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar distribusi MBG berjalan dengan baik, tepat sasaran dan konsisten.
“SPPG perlu dikawal dengan baik, dengan mengedepankan pelayanan dan kualitas pelayanan,” tegasnya. Hal ini menjadi kunci dalam memastikan manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang menjadi sasaran prioritas. (hms/smr)





