Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan keberlanjutan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) pada Tahun Anggaran 2026 dengan cakupan yang semakin luas, menjangkau 15.364 lokasi di seluruh Indonesia serta menyerap hingga 1 juta tenaga kerja.
Semarak.co – Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, alokasi anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) 2026 meningkat dari pagu awal sebesar Rp4,84 triliun menjadi Rp5,48 triliun.
“Program IBM memiliki multiplier effect besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” kata Dody saat Raker dengan Komisi V DPR RI, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis PU608, Selasa malam (7/4/2026).
Penguatan anggaran ini merupakan hasil realokasi di tengah kebijakan efisiensi fiskal, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah pada program yang langsung menyentuh masyarakat.
Dari total 15.364 lokasi, sebagian besar kegiatan berada pada sektor sumber daya air melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan di 12.000 lokasi dengan alokasi sekitar Rp2,7 triliun, sekaligus menjadi kontributor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja.
Di sektor konektivitas, pembangunan melalui skema padat karya difokuskan pada pembangunan 118 unit jembatan gantung dengan alokasi sekitar Rp1,07 triliun, yang berperan penting dalam membuka akses wilayah terpencil dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada sektor permukiman, program IBM mencakup berbagai kegiatan berorientasi peningkatan kualitas hidup masyarakat, antara lain Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di 808 lokasi dan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di 906 lokasi.
Selain itu, Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dilaksanakan di 823 lokasi, Sanitasi untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan (Sanimas LPK) di 653 lokasi, dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di 56 lokasi.
Kementerian PU juga terus melakukan konsolidasi dengan Kementerian Keuangan dan Komisi V DPR RI agar alokasi IBM tetap terjaga dan pelaksanaannya dapat berjalan efektif, efisien, serta akuntabel.
Menurut Menteri Dody, pendekatan pembangunan berbasis masyarakat menjadikan program lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan karena masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
“Kami memastikan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat tetap menjadi prioritas, bahkan di tengah penyesuaian anggaran. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Dody.
Evaluasi Mudik Lebaran 2026, Komisi V DPR RI Apresiasi Kinerja Infrastruktur Kementerian PU
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat peningkatan kinerja infrastruktur dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026, yang turut berkontribusi pada penurunan tingkat fatalitas kecelakaan meskipun volume lalu lintas meningkat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur jalan tol dan jalan nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran dan keselamatan selama periode Lebaran.
“Pemerintah terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan jalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun volume lalu lintas meningkat, tingkat fatalitas kecelakaan menurun. Ini menjadi indikator penting bahwa upaya peningkatan keselamatan berjalan efektif,” kata Menteri Dody.
Selain aspek keselamatan, evaluasi juga menyoroti pentingnya pengelolaan titikk layanan pengguna jalan, khususnya rest area. Rest Area KM 57 dan KM 62 pada ruas Tol Jakarta-Cikampek menjadi fokus penataan ulang secara terpadu karena dinilai berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di sekitar ruas Tol MBZ dan Japek eksisting.
“Rest area KM 57 dan KM 62 sudah kami evaluasi. Ke depan akan ditata ulang bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri agar pengelolaannya lebih optimal, terutama dalam mengantisipasi kepadatan saat periode puncak,” tambah Menteri Dody.
Di sisi lain, pengoperasian ruas tol fungsional secara fleksibel dan situasional terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Berdasarkan data evaluasi, selama periode Lebaran 2026, ruas tol fungsional berhasil melayani total 1.056.784 kendaraan.
Sebanyak 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km dioperasikan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera, dan berperan penting dalam mengurai kepadatan pada ruas tol utama serta mendukung konektivitas kawasan strategis.
Di Pulau Sumatera, ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,67 km mencatat 82.663 kendaraan, sementara ruas Palembang–Betung sepanjang sekitar 53,20 km melayani 87.079 kendaraan dan berperan sebagai jalur alternatif utama lintas timur Sumatera.
Sementara di Pulau Jawa, ruas Probolinggo–Banyuwangi menjadi yang paling dominan dengan volume mencapai 390.245 kendaraan. Disusul ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo dengan 131.949 kendaraan, yang mencerminkan tingginya mobilitas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan yang difungsikan untuk arus balik juga mencatat 69.114 kendaraan dan terbukti membantu mengurangi beban lalu lintas pada ruas tol eksisting. Sejumlah ruas lain seperti Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Serang–Panimbang, dan Ciawi–Sukabumi juga turut berkontribusi mengurai kepadatan lalu lintas.
“Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur, termasuk percepatan penyelesaian ruas-ruas tol strategis agar ke depan dapat beroperasi penuh,” tutur Menteri Dody (hms/smr)





