Dua rekan satu tim Mercedes Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton dalam satu laga. Foto: internet

Formula 1 (F1) akhir pekan ini tiba di Austria untuk membuka musim balapan yang hampir empat bulan tertunda karena pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

semarak.co– Grand Prix (GP) tahun ini akan terasa berbeda bagi para pebalap dan fan mengingat ketatnya prosedur kesehatan yang wajib diterapkan di sirkuit untuk mencegah penyebaran Covid-19, penyakit yang menjadi momok global itu.

Namun bagi Lewis Hamilton, targetnya tetap sama yaitu merebut gelar ketujuh untuk menyamai rekor Michael Schumacher. Sedangkan Mercedes mengincar dominasi di era mesin hybrid turbo V6 dengan menjadi konstruktor terbaik di tujuh tahunnya secara beruntun.

“Kami mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk apa yang akan menjadi musim paling sulit di Formula 1 dan yang telah kita rasakan semuanya,” kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Minggu (5/7/2020).

Wajah F1 tahun ini pun akan berbeda di saat dunia beberapa pekan terakhir mengumandangkan kampanye melawan rasisme, imbas kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas akibat kebrutalan polisi di Minneapolis, Amerika Serikat.

Grand Prix Austria nanti sekaligus menjadi panggung F1 mengenalkan inisiatif bertajuk #WeRaceAsOne sebagai komitmen mereka memerangi rasisme, inekualitas serta mendukung upaya dan garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Mercedes juga telah meluncurkan livery baru, yang kali ini berbalut warna hitam, menggantikan warna khas perak mereka, sebagai salah satu kampanye mereka melawan rasisme dan mempromosikan keberagaman sepanjang musim ini.

Akhir pekan nanti akan menjadi kali pertama bagi Austria menjadi tuan rumah seri pembuka di sirkuit Red Bull Ring, yang di pekan berikutnya akan berlangsung seri kedua. Trek yang memiliki latar pemandangan pegunungan di Spielberg itu pun menjadi sirkuit pertama yang menggelar dua Grand Prix F1 di musim yang sama.

Hal itu bisa menjadi kabar baik bagi Max Verstappen, yang telah mempersembahkan dua kemenangan bagi Red Bull di sirkuit kandangnya dalam dua tahun terakhir.

Namun di bawah protokol kesehatan ketat, tak akan ada fan, perwakilan sponsor maupun area ramah tamah di trek, sementara interaksi antar personel di paddock akan dibatasi. Jaga jarak dan mengenakan masker adalah normal baru bagi mereka.

Tim dan pebalap telah menggelar sesi latihan privat jelang restart F1 sebagai ajang pemanasan sejak terakhir kali menyalakan mobil balap mereka di sesi tes pramusim Barcelona, Februari lalu.

Hamilton, yang membutuhkan tujuh kemenangan lagi untuk menyamai rekor 91 kali Michael Schumacher, mengharapkan mobil Mercedes yang lebih cepat tahun ini, sementara tim-tim rival juga akan memboyong sejumlah paket upgrade yang belum terpasang sejak gagal balapan di Australia.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel, yang masa depannya di F1 belum menemui kejelasan, akan memanfaatkan musim terakhirnya dengan Ferrari sebaik mungkin.

Pebalap McLaren Carlos Sainz akan menempati bangku yang ditinggalkan sang pebalap Jerman itu untuk menjadi rekan Charles Leclerc pada 2021, sementara Daniel Ricciardo meninggalkan Renault untuk posisi Sainz di McLaren.

Vakumnya musim balapan menjadi pukulan berat bagi setiap tim, terutama Williams yang harus kehilangan sponsor utamanya dan menjual saham kepemilikan. Sementara itu, belum jelas berapa banyak Grand Prix yang akan berlangsung tahun ini di saat tujuh sirkuit telah mengundurkan diri dari kalender.

Dengan delapan balapan awal, yang semuanya di Eropa, F1 mengusahakan bisa menggelar 15-18 seri tahun ini, kendati itu berarti beberapa sirkuit menghelat masing-masing dua balapan.

F1 menyatakan sistem kemudi baru yang digunakan Mercedes di sesi latihan Grand Prix Austria legal menurut regulasi menyusul protes resmi yang diajukan oleh tim Red Bull pada Jumat (3/7/2020).

Red Bull mempertanyakan kelegalan sistem yang disebut DAS itu (kemudi poros ganda) setelah Mercedes mendominasi dua sesi latihan bebas di Red Bull Ring. DAS pertama kali diperkenalkan ketika tes pramusim di Barcelona, Februari lalu.

Disebut bahwa Red Bull telah mengajukan protes terkait pelanggaran regulasi teknis, khususnya artikel 3.8 yang mengatur pengaruh aerodinamika dan artikel 10.2.3 yang menyatakan tidak boleh ada penyesuaian di sistem suspensi ketika mobil sedang dalam kondisi bergerak.

Sistem DAS (Dual Axis Steering) sendiri memungkinkan pebalap mengubah sudut pijakan ban depan dengan menarik atau mendorong tuas kemudi, bukan hanya untuk mengganti arah mobil ke kiri atau ke kanan.

Sistem itu memungkinkan ban memiliki panas yang lebih merata ketika di lintasan lurus dan mengurangi keausan ban sekaligus menambah daya cengkeramnya, sedangkan ia juga membantu memaksimalkan stabilitas ketika memasuki tikungan.

Namun demikian, setelah steward mendengar perwakilan kedua tim, dan juga Nikolas Tombazis dari departemen teknis FIA, disebut bahwa DAS merupakan bagian dari sistem kemudi Mercedes W11, “kendati bukan yang konvensional,” demikian laman resmi F1.

Dengan demikian, steward memutuskan DAS tidak menyalahi regulasi apa pun terkait dengan suspensi. “Sebagai kesimpulan umum, akan sangat sederhana memutuskan DAS ilegal jika dia bukan lah bagian dari sistem kemudi,” demikian keputusan tersebut.

“Jadi tantangan dan debat utama haruslah tentang apakah itu bisa disebut bagian dari sistem kemudi. Para steward memutuskan jika DAS adalah bagian dari sistem kemudi.

Dengan itu, Mercedes boleh terus menggunakan DAS hingga akhir musim, meski FIA telah melarang penggunaan sistem itu mulai 2021. Red Bull pun, sementara itu, disebut-sebut akan mengadopsi sistem yang serupa sebelum musim ini berakhir.

indopos.co.id – Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengungkapkan jika Sebastian Vettel tetap menjadi pilihan utama mereka sebagai rekan Charles Leclerc untuk Formula 1 tahun depan sebelum pandemi merubah segalanya.

Juara dunia empat kali itu, yang memenangi semua gelarnya bersama Red Bull, akan digantikan Carlos Sainz dari McLaren menyusul keputusan Ferrari pada Mei lalu.

Vettel, yang merayakan ulang tahunnya ke-33 hari ini di Grand Prix Austria, sebenarnya ingin tetap di Ferrari namun mengaku terkejut dengan keputusan tim itu dan bahkan mengungkapkan tidak pernah ditawarai perpanjangan kontrak oleh mereka.

“Tentunya kami selalu mengatakan selama musim dingin secara pribadi dan publik jika dia (Vettel) merupakan pilihan utama kami, yang saya konfirmasi,” kata Binotto di sesi jumpa pers virtual di sela-sela sesi latihan bebas GP Austria, Red Bull Ring, Jumat 93/6/2020), seperti dilansir Reuters.

“Normal jika selama musim dingin banyak pebalap bertanya kepada kami apakah ada kesempatan membalap di Ferrari, jadi tentunya kami dikontak. Itu tidak merubah posisi kami, jadi Seb adalah pilihan pertama kami. Apa yang terjadi kemudian? Saya kira virus dan situasi pandemi ini, yang mengubah seluruh dunia tak hanya dunia balap, F1 kita,” jelas Binotto.

Binotto juga menyebut penundaan regulasi baru dari 2021 ke 2020, yang berarti mobil balap tahun depan akan kurang lebih sama, juga penerapan batas bujet baru pada 2021 menjadi beberapa faktor penyebab keputusan mereka. “Bisa dibilang semua situasi telah berubah,” kata dia.

“Dan di atas semua itu musim belum mulai, jadi tidak ada kesempatan bagi Seb untuk kembali ke trek membuktikan sejauh mana ia sangat termotivasi membalap untuk Ferrari, yang entah bagaimana disayangkan untuknya,” ujar Binotto.

Ferrari berharap sang pebalap Jerman itu bisa mempersembahkan gelar bagi mereka, namun sedari 2015 membalap dengan mobil berlivery merah itu, Vettel belum mampu mewujudkan mimpi mereka. Binotto pun bisa menerima kenyataan jika Vettel tak sepenuhnya senang dengan hal itu saat ini. (pos/smr)

LEAVE A REPLY