Plt Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam satu kesempatan memberi sambutan. Foto: humas BTN

PT Bank Tabungan Negara (BTN) kembali meraih kepercayaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp8,73 triliun.

semarak.co-Dana tersebut akan disalurkan bank pelat merah dengan core bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) melalui program KPR subsidi konvensional senilai Rp7,76 triliun dan KPR subsidi syariah senilai Rp965 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengaku akan mengoptimalkan pembiayaan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk itu segenap jajaran manajemen dan karyawan BTN di seluruh Indonesia diminta bekerja keras menyukseskan penyaluran FLPP untuk MBR.

“Dengan dana FLPP total sebesar Rp8,73 triliun ini, kami akan menyalurkannya untuk pembiayaan 81 ribu unit rumah subsidi pada tahun 2021,” kata Nixon di Jakarta, Kamis (21/1/2020) seperti dirilis humas BTN.

Nixon mengapresiasi kepercayaan pemerintah untuk tetap mendukung sektor properti dengan mempertahankan dana FLPP untuk mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Menurut Nixon, FLPP memegang peranan dalam menyukseskan Program Satu Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA :  Cetak Penutupan Saham Tertinggi, Bank BTN pun Genjot Kredit di Daerah

“Kami akan terus berinovasi, bersinergi, serta melalukan pembenahan dan efisiensi dalam proses penyaluran FLPP di antaranya mengintegrasikan sistem aplikasi KPR kami dengan  aplikasi SiKasep yang dioptimalkan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan sejak tahun lalu, ” kata Nixon.

Dia mengungkapkan, dana FLPP akan disalurkan dalam bentuk KPR Sejahtera yang hanya bisa diakses MBR. Melalui fasilitas KPR subsidi tersebut, MBR bisa memiliki rumah dengan uang muka mulai 1% dan suku bunga 5% fixed hingga 20 tahun. Di sisi lain Nixon optimistis  tahun 2021 pertumbuhan KPR subsidi tetap positif.

Hal ini ditunjang beberapa faktor, di antaranya stimulus kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang didorong pemerintah seperti subsidi bunga KPR dan penyaluran dana PEN tahun lalu yang akan dirasakan dampaknya tahun ini.

“Tahun ini, kami optimistis bisa menjaga pertumbuhan KPR subsidi di kisaran 4-6 persen secara tahunan,” jelas Nixon.

Sebagai Bank Pelaksana, Nixon menambahkan, Bank BTN akan menyesuaikan dengan amanah yang diberikan Kementerian PUPR yakni memastikan pengembang menjaga kualitas rumah subsidi yang layak difasilitasi KPR subsidi.

BACA JUGA :  Tingkatkan Potensi dan Capaian Kinerja, Pegadaian Lakukan Sinergi Berbagai Perusahaan

Selain itu Bank BTN juga akan menggelar Indonesia Property Virtual Expo untuk meningkatkan penyaluran KPR termasuk KPR subsidi serta program pemasaran lain yang menarik untuk mendorong penyaluran KPR sesuai dengan komitmen Bank BTN untuk mendukung Program Satu Juta Rumah.

Hingga akhir Desember 2020, emiten bersandi saham BBTN ini telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp4,46 triliun untuk 34.367 unit rumah subsidi. Sementara sampai triwulan III/2020, Bank BTN masih menempati posisi nomor wahid di pangsa KPR subsidi dengan porsi lebih dari 90%. (smr)

LEAVE A REPLY