PT Bank Syariah Indonesia (BSI) ikut melepas 391 jemaah haji kloter pertama dari embarkasi Cipondoh (Banten) pada 22 April 2026. Keberangkatan kloter pertama menjadi penanda dimulainya penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang melayani 221.000 jemaah dari 14 embarkasi.
Semarak.co – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi market leader bank yang melayani jamaah Indonesia. Dari sisi Tabungan haji, BSI saat ini mengelola lebih dari 7,2 juta rekening dengan sekitar 47% di antaranya sudah masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk berangkat haji.
“Haji menjadi momen yang ditunggu calon jemaah haji yang telah mempersiapkan fisik, dana dan mental dalam kurun waktu panjang, ujar Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta, saat melepas jemaah kloter 1 haji di embarkasi Cipondoh, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media BSI, Kamis (23/4/2026).
Terlebih haji merupakan ibadah umat muslim yang dinantikan. Untuk itu, jelang musim haji kami telah menyiagakan berbagai aspek pendukung untuk melayani calon jemaah haji Indonesia jelang keberangkatan, selama di Arab Saudi hingga setibanya di Tanah Air.
“Jemaah haji bisa mengakses BSI Call 14040 real time, penggunaan Kartu Debit VISA Mabrur dan BYOND by BSI untuk transaksi cashless di Arab Saudi. Untuk di Indonesia, di 22 embarkasi kami menyiapkan layanan counter untuk penukaran uang SAR, mesin pijat di 1 embarkasi dan juga layanan konsultasi untuk persiapan haji sejak dini,” ujarnya.
Bob menghimbau Jemaah menggunakan transaksi cashless agar tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar sehingga merasa aman dan juga nyaman. Dengan kesiapan layanan menyeluruh di Indonesia dan Arab Saudi, BSI berharap dapat terus memberikan dukungan terbaik bagi para jemaah haji Indonesia.
Untuk mempermudah jemaah melakukan perencanaan haji, bsi terus mendorong program Indonesia Berhaji. BSI memberikan kemudahan untuk anak anak muda melalui pembukaan rekening BSI Tabungan Haji hanya Rp100 ribu, tanpa administrasi bulanan bisa dibuka melalui BYOND by BSI.
Bagi nasabah yang ingin mempersiapkan keberangkatan umrah, kami juga menyediakan tabungan Umroh untuk mempersiapkan dana sejak dini melalui mekanisme menabung secara terencana.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf juga menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh Jemaah haji yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.
“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.
Irfan juga menyampaikan himbauan kepada seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya. (hms/smr)





