Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan pembangunan gedung baru Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan ditandai proses peletakan batu pertama pembangunan gedung, Rabu (23/4/2026).
Semarak.co – Menag menegaskan, Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai episentrum studi Islam di Indonesia. Ia menyinggung kontribusi tokoh-tokoh besar seperti Harun Nasution dan Quraish Shihab yang lahir dari rahim fakultas tersebut.
“Fakultas Ushuluddin harus kembali menjadi rujukan. Kita tidak hanya menjadi konsumen keilmuan, tetapi harus jadi produsen dalam pengembangan ontologi dan epistemologi keislaman,” tegasnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemenag, Kamis malam (23/4/2026).
Ia menyoroti pentingnya menghadirkan distingsi keilmuan khas Indonesia serta mendorong transformasi fasilitas akademik berbasis teknologi. Menurutnya, gedung baru fakultad harus dilengkapi e-library, ruang diskusi ilmiah, serta sarana yang mampu membangun ekosistem akademik yang produktif.
“Perpustakaan tidak lagi sekadar ruang buku, tetapi pusat akses pengetahuan digital. Dosen dan peneliti harus didorong aktif mempresentasikan karya dan risetnya,” ujarnya.
Pembangunan gedung ini, lanjutnya, merupakan jawaban atas keterbatasan ruang dan fasilitas yang selama ini dihadapi Fakultas Ushuluddin. Ia berharap anggaran pembiayaan pembangunan bisa mencukupi kebutuhan pembiayaan.
Menag mengingatkan agar pembangunan berjalan sesuai rencana, sehingga bisa digunakan di tahun depan. “Jangan berhenti di peletakan batu pertama. Bangunan ini harus segera diselesaikan, diisi, dan dimanfaatkan secara optimal. Jaga kebersihan dan efektivitasnya,” pesannya.
Rektor UIN Asep Saepudin Jahar menegaskan jika pembangunan gedung fakultas ini sejalan dengan capaian global kampus yang kini menempati peringkat ke-29 dunia bidang studi agama-agama versi QS World University Rankings by Subject 2026.
“Ini momentum untuk memperkuat integrasi keilmuan dan meningkatkan kualitas program studi. Kami juga tengah mempersiapkan transformasi menuju PTKN-BH,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agama atas dukungan yang diberikan, seraya berharap pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama bagi kemajuan UIN Jakarta.
Data resmi panitia pembangunan menyebut, gedung akan dibangun di Kampus II UIN Jakarta dengan luas lahan sekitar 2.889,7 m² dan total luas bangunan mencapai 4.554 m² yang terdiri dari tujuh lantai. Proyek ini telah memenuhi aspek legalitas dan didukung infrastruktur dasar yang memadai. (hms/smr)





