Arab Saudi Ungkap Miliki Harta Karun Sebesar Rp 36.000 Triliun

Negara minyak Arab Saudi mengumumkan, nilai sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan di kerajaan kini diperkirakan mencapai sekitar 2,5 triliun dolar AS (sekitar Rp 36.000 triliun), memperkuat upaya diversifikasi ekonomi di luar minyak di bawah Vision 2030.

Semarak.co – Kementerian Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi mengatakan, seperti dilansir Arrahmah.id dari Arab News (23/1/2026), total cadangan negaranya mencakup emas, tembaga, fosfat, logam tanah jarang, titanium dan mineral penting lainnya.

Semua itu, katanya melanjutkan, mencerminkan potensi besar yang dapat mendukung pertumbuhan sektor pertambangan sebagai pilar ekonomi ketiga negara. Nilai sumber daya tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan angka sebelumnya.

Hal itu dipicu oleh penemuan cadangan baru dan perluasan survei geologi seluruh negeri, menurut laporan Arab News yang dikutip pejabat Saudi. Perubahan ini sejalan dengan strategi Saudi untuk mengembangkan sektor mining sebagai bagian dari tujuan Vision 2030.

Vision 2030 yang dicanangkan Arab Saudi, antara lain, menargetkan peningkatan kontribusi sektor pertambangan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menarik investasi global di luar industri minyak dan gas.

Menurut laporan resmi, nilai kontribusi sektor pertambangan diperkirakan akan berkembang pesat dari sekitar 17 miliar dolar AS saat ini menjadi lebih dari 75  miliar dolar AS pada 2030, dengan cadangan mineral yang besar dan beragam menjadi magnet bagi investor internasional.

Eksplorasi lithium untuk mendukung transisi energi, pengembangan fasilitas produksi, serta program insentif untuk investasi di industri mineral juga diungkapkan sebagai bagian dari rencana Saudi untuk menjadi kekuatan utama dalam rantai suplai mineral global.

Analisis menunjukkan, dengan cadangan mineral yang besar, Saudi tidak hanya berpotensi memerluas basis ekonominya namun juga memainkan peran lebih penting dalam pasokan mineral yang diperlukan untuk teknologi modern, kendaraan listrik, serta infrastruktur energi terbarukan di masa depan. (net/aid/an/kim/smr)

Pos terkait