Kabupaten Morotai masuk daftar prioritas nasional pembangunan 100 gudang beras BULOG di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Terpilihnya Morotai tidak lepas dari inisiatif dan langkah taktis Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) Morotai Rachma Fitriati.
Semarak.co – Sejak Agustus 2025, Rachma aktif penjajakan ke pimpinan BULOG, baik Kantor Pusat hingga Cabang Ternate. Keberhasilan ini semakin mengukuhkan rekam jejak TEP UI Morotai setelah UI meraih Mandaya Award dari Kemenko PMK sebagai Penggerak Pembangunan Daerah Terpencil.
Gudang senilai Rp5 triliun ini akan menjadi Markas Pangan terintegrasi di Indonesia, dilengkapi teknologi modern Rice Milling Unit dan Dryer. Yang revolusioner, petani dan penggilingan kecil bisa mengakses teknologi canggih dengan sistem Pay-Per-Use atau bayar sesuai pemakaian.
“Penggilingan padi kecil adalah jantung ketahanan pangan. Mereka tidak boleh tergilas persaingan tidak sehat. Swadaya pangan berakselerasi drastis. Indonesia resmi STOP impor beras, dan siap menuju ekspor,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dirilis humas Kementrans usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Sabtu (22/11/2025).
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, program New Transmigrasi akan fokus pada pengembangan kawasan produktif untuk ketahanan pangan. Morotai dengan gudang BULOG-nya akan menjadi model percontohan kawasan transmigrasi berbasis industri pangan terintegrasi.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, pihaknya tidak hanya membangun gudang, tetapi menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Skema kolaborasi segitiga antara BULOG, petani, dan investor ini menjamin pasar melalui offtake agreement.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai Tachmid Bilo menambahkan, Dengan total 1.009 hektar lahan sawah di Morotai, kehadiran gudang BULOG akan mendongkrak produktivitas dan kualitas beras Morotai.
Gudang yang ditargetkan beroperasi sebelum panen raya 2026 ini menjadi bukti nyata kolaborasi penta helix antara akademisi (TEP UI), pemerintah, media massa, komunitas, dan BUMN (BULOG) dalam mewujudkan kedaulatan pangan dari wilayah pinggiran. (hms/smr)





