Wamendukbangga Isyana: Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Harus Dilakukan Berkelanjuta

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kememndukbangga)/BKKBN terus memperkuat langkah strategis, sejalan dengan penyelenggaraan Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) Summit 2026 yang diinisiasi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Semarak.co – Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi harus dilakukan secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Diharapkan ujungnya adalah mencegah adanya angka kematian ibu dan menurunkan angka kematian bayi,” tegas Wamen Isyana di Rumah POGI, Jakarta, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak dini, khususnya kepada remaja, sebagai langkah preventif untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Menurutnya, peran keluarga dan lingkungan menjadi kunci dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi. Edukasi yang tepat sejak usia muda akan membantu menekan angka kehamilan berisiko serta meningkatkan kesiapan perempuan dalam menjalani perannya dalam hal reproduksi secara sehat dan aman.

Wamen Isyana juga mengapresiasi peluncuran Rumah Perempuan Indonesia yang juga bertepatan dengan Hari Kartini 21 April. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang terpadu yang menyediakan layanan kesehatan sekaligus pemberdayaan bagi perempuan.

“Adanya Rumah Perempuan Indonesia ini yang diluncurkan tepat di hari Kartini, ini tentu saja merupakan upaya  nyata yang dilakukan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia,” ungkapnya.

Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat kolaborasi dengan POGI dalam program strategis melalui pelayanan keluarga berencana, edukasi kesehatan reproduksi, hingga peningkatan kapasitas petugas lapangan.

Melalui momentum SPRIN Summit 2026, diharapkan dapat menghadirkan langkah konkret dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus mendorong terwujudnya perempuan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya. (hms/smr)

Pos terkait