Sambut Hari Kartini dengan Mencanting Batik, Menteri PANRB Rini Ajak Belajar Sebuah Proses Ketelitian

Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan melalui kegiatan mencanting batik, para pegawai dapat belajar dari sebuah proses ketelitian, kesabaran, dan kehadiran penuh dalam setiap langkah.

Peringatan Hari Kartini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar workshop mencanting batik, untuk mengenalkan budaya dan identitas bangsa Indonesia.

Semarak.co – Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan melalui kegiatan mencanting batik, para pegawai dapat belajar dari sebuah proses ketelitian, kesabaran, dan kehadiran penuh dalam setiap langkah.

Bacaan Lainnya

“Batik bukan sekadar kain. Ia adalah cara kita menyimpan dan mewariskan pengetahuan. Setiap titik malam yang ditorehkan melalui canting bukan hanya membentuk motif, tetapi juga menyimpan nilai, kearifan, dan perjalanan budaya bangsa kita,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup JURNALIS PANRB, Rabu (22/4/2026).

Disampaikan bahwa para pegawai dapat mempelajari filosofi dari mencanting batik, yang merupakan sebuah proses sederhana, namun justru mengingatkan kita pada hal-hal mendasar dalam bekerja.

Mencanting mengajarkan bahwa setiap garis membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Tidak bisa dipercepat, dan tidak bisa dilompati. Cara kerja seperti ini sangat dekat dengan pelayanan publik, yang menuntut kehadiran penuh, ketepatan, dan tanggung jawab dalam setiap prosesnya.

Melalui workshop mencanting batik, pegawai dapat memaknai bahwa transformasi melayani negeri tidak hanya berbicara tentang sistem yang efisien, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kualitas interaksi dan nilai dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.

Rini memberikan apresiasi kepada unit kerja Perpustakaan Kementerian PANRB dan Museum Batik Indonesia atas kolaborasi dalam menghadirkan kegiatan ini. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dihadirkan secara sederhana, namun tetap relevan dan bermakna.

Rini mengajak para peserta dapat berinovasi yang tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang baru. Sering kali, inovasi justru lahir dari kemampuan kita memaknai kembali pengetahuan yang sudah kita miliki, dan menggunakannya secara lebih relevan dalam konteks pekerjaan sehari-hari.

“Semoga melalui kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman, tetapi juga mengingatkan kita bahwa kualitas kerja sering kali ditentukan oleh hal-hal sederhana, ketelitian, kesabaran, dan konsistensi,” ujarnya. (hms/smr)

Pos terkait