Delegasi Tiba di Islamabad Rabu Pagi Ini: AS dan Iran dikabarkan Sepakat Bertemu

Delegasi pemerintah Republik Iran dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan bergegas menuju Islamabad, Ibukota Pakistan pada Rabu pagi ini (22/4/2026). Kedua negara yang tengah berseteru itu memberi sinyal akan menghadiri negosiasi tahap kedua.

Semarak.co Menurut para pejabat Pakistan. Dilansir Kompas.com dan Kantor Berita Associated Press (AP), pada Rabu (22/4/2026), dua pejabat regional mengatakan AS dan Iran telah mengindikasikan akan mengadakan putaran baru pembicaraan gencatan senjata di Islamabad, Pakistan.

Bacaan Lainnya

Namun, baik Washington maupun Teheran belum secara terbuka mengonfirmasi waktu perundingan. Pakistan disebut menerima konfirmasi, para negosiator utama, Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, akan tiba di Islamabad, Rabu (22/4/2026) pagi, kata para pejabat kepada AP.

Para pejabat tersebut berbicara dengan memberikan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk memberikan keterangan kepada wartawan. Gedung Putih sangat merahasiakan jadwal perjalanan mereka.

Sementara pihak Pakistan mengharapkan kehadiran kedua negara yang sedang berperang, datang pada Rabu pagi ini.  Adapun rencana pembicaraan langsung dengan Iran direncanankan akan berlangsung di Islamabad Rabu malam.

Sebelumnya, pihak Washington menyebut Wakil Presiden AS JD Vance akan berangkat ke Ibukota Islamabad, Pakistan. Namun, televisi pemerintah Republik Iran melaporkan belum ada pejabat Iran yang sampai di Islamabad.

Washington dan Teheran masih belum secara resmi menunjukkan kepastian terkait negosiasi putaran kedua. Pakistan siap menjadi tuan rumah perundingan di tingkat tertinggi yang rencananya diselenggarakan pada Rabu (22/4/2026).

Namun Gedung Putih masih bungkam tentang kapan Wapres Vance akan meninggalkan Washington. JD Vance direncanakan terbang bersama utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu sang presiden, Jared Kushner.

Namun, rencana pertemuan ini masih sangat bergantung pada kesediaan Iran untuk kembali ke meja perundingan. Sebelumnya, menurut laporan Al Jazeera, pada Selasa (21/4/2026), para pejabat Pakistan mengatakan tidak ada tim delegasi tingkat tinggi di lapangan.

Tetapi staf pendukung (kedua negara: Amerika Serikat dan Republik Iran, red) telah tiba selama beberapa hari terakhir. Kendala utama tampaknya adalah prasyarat Republik Islam Iran agar blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran diakhiri. (net/kpc/alz/ap/kim/smr)

Pos terkait