Seolah Terkuak Kenapa FPI Dibubarkan, Kini Pemerintah Buka Izin Investasi Industri Miras

Aksi demo FPI menentang miras. foto: dok detik.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka izin investasi untuk industri minuman keras (miras) atau beralkohol dari skala besar hingga kecil. Ketentuan ini tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

semarak.co-Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kebijakan Presiden Jokowi ini sontak menimbulkan polemik dan banyak pihak yang menentang.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui Front Pembela Islam (FPI) selama ini memang dikenal paling keras menentang peredaran miras. Bahkan FPI pimpinan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) pernah menggugat Keppres (Keputuran Presiden) terkait Miras ke Mahkamah Agung (MA) dan memenangkan gugatannya itu.

Mengutip news.detik.com (Kamis, 04 Jul 2013 15:35 WIB) di kontenislam.com Saturday, February 27, 2021 melansir, MA mengabulkan permohonan FPI yang mengajukan judicial review Keppres Minuman Keras (Miras) No 3/1997.

Pihak FPI menyambut gembira atas kemenangan tersebut. “Mengabulkan permohonan pemohon FPI,” demikian lansir panitera MA dalam websitenya, saat itu, pada Kamis (4/7/2013). Perkara yang mengantongi nomor 42 P/HUM/2012 ini diketok oleh ketua majelis hakim Dr Supandi dengan hakim anggota Dr Hary Djatmiko dan Yulius.

Perkara tersebut masuk ke MA pada 10 Oktober 2012 dan diputus pada 18 Juni 2013 silam. Adapun Keppres itu mengatur bahwa minuman mengandung etanol 0-5% boleh beredar, 5-20% perlu diawasi dan 20-55% lebih diawasi lagi.

Dengan dihapuskannya Keppres ini, maka minuman keras diatur Perda bukan oleh pemerintah pusat. Atas dikabulkannya permohonan ini, FPI menyambut gembira. “Langkah kita telah bertindak sesuai hukum dan aturan yang ada,” ujar jubir FPI Munarman.

Namun kini kebijakan Presiden Jokowi seolah mengulang polemik lama sehingga banyak pihak yang menentang. Salah satu yang menentang keras adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tegas menyatakan tidak menyetujui Perpres itu.

“Semestinya pemerintah sesuai tugas dan fungsinya sebagai pelindung rakyat tentu tidaklah akan memberi izin bagi usaha-usaha yang akan merugikan dan merusak serta akan menimbulkan ke-mafsadat-an bagi rakyatnya,” kata Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangan resminya, Jumat (26/2/2021).

Kebijakan pemerintah membuka pintu investasi miras ini tak lama setelah ormas yang paling getol menentang miras, FPI dibubarkan pemerintah pada 30 Desember 2020 lalu. Dalam Islam, larangan minuman keras dan sejenisnya sudah dicatat sejak 1.400 tahun lalu dalam kitab suci Al-Qur’an. Jelas dan tegas.

Perbincangan miras kembali hangat disebabkan oleh munculnya Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investor miras di beberapa daerah. Selain berdampak buruk bagi kesehatan manusia, alkohol juga dapat merusak akal pikiran sehingga minuman itu memicu terjadinya kerusuhan dan keonaran di suatu tempat bagi orang-orang yang mengonsumsinya.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 43 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.”

“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Ternyata larangan minuman keras bukan saja dilarang atau diharamkan dalam Islam, melainkan agama lain juga mengharamkannya. Bukti-bukti ini bisa diperoleh dan banyak tersebar di Internet. Tentu saja informasinya harus valid dan berasal dari sumber terpercaya.

Minuman yang dapat mengotori akal dan pikiran ini tidak hanya merusak pengguna, tetapi juga orang disekitarnya. Banyak kejahatan, pembunuhan, penembakan, pemerkosaan, perampokan dan lain-lain diawali dari konsumsi minuman keras yang menghilangkan akal.

Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Maidah ayat 90.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (Q.S. Al-Maidah: 90).

Di Papua, kaum agamawan yang ada di sana sejak 2016 menolak pendistribusian minuman yang keras yang dinilai merusak masa depan bangsa dan anak-anak muda.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 219 yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”

Berbagai agama diketahui memiliki dalil dan ketentuan masing-masing mengenai larangan minuman keras. Tentu saja kehadiran larangan miras dari agama-agama menjadi pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Karena agama pada hakikatnya tidak mau penganutnya terjerumus kepada kehancuran yang diakibatkan minuman keras. (net/smr)

 

sumber: pikiran-rakyat.com/detik.com di kontenislam.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *