Sebut BUMDes Kunci Pemulihan Ekonomi, Mendes PDTT juga Apresiasi Penanganan Sampah di Bali

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kiri) memberi cenderamata buku karyanya kepada Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Dinas Gubernur Bali. Foto: humas Kemendes PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memenuhi undangan Gubernur Bali Wayan Koster di Jaya Sabha atau Rumah Dinas di Jalan Surapati, Denpasar, Sabtu (29/5/2021).

semarak.co-Mengenakan Pakaian adat Bali didominasi warna merah, Gubernur Koster mengajak Menteri Halim berdiskusi ringan. Setelah itu, Mendes PDTT bersama Nyai Lilik Umi Nasriyah diajak Gubernur Koster untuk melihat film pendek dengan tema penanganan sampah yang memang jadi salah satu persoalan yang dihadapi Pulau Dewata ini.

Bacaan Lainnya

Gus Menteri, sapaan akrab Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar terlihat menyimak film pendek itu yang menyajikan akar persoalan dan strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali menangani sampah. Usai menonton, Gus Menteri mengapresiasi langkah yang ditempuh Koster menyelesaikan persoalan sampah ini.

“Saya mengapresiasi dan mendukung Gubernur Bali, I Wayan Koster atas program penangan sampah di sumber yang tuntas di desa,” kata Gus Menteri seperti dirilis humas melalui WAGroup Rilis Kemendes PDTT, Sabtu malam (29/5/2021).

Doktor Honoris Causa dari UNY ini mendukung strategi karena tuntas tangani sampai hingga ke depan tidak akan ada lagi masalah sampah di mana pun karena sudah selesai di desa. “Desaku Bersih tanpa Mengotori Desa Lain,” kata Gus Menteri.

Setelah itu, Gus Menteri kemudian memberikan Bulus SDGs Desa kepada Gubernur Koster. Turut hadir dalam pertemuan itu, PLT Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Rosyidah Rachmawati, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPSDM Jajang Abdullah, dan Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Denpasar Samuel Sine.

Sebelumnya Mendes PDTT alias Gus Menteri Abdul Halim Iskandar menyambangi Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/5/2021). Gus Menteri, tiba di Desa Kukuh, langsung meninjau BUMDes Kukuh Winangun yang terletak di depan Kantor Desa Kukuh.

Gus Menteri yang didampingi istri tercinta mendengarkan paparan dari Kepala Desa Nyoman Widhi Adyana soal perkembangan BUMDes Kukuh Winangun. Gus Menteri pun memberikan masukan kepada BUMDes termasuk saran agar bisa lebih berkembang dan maju.

Setelah itu Gus Menteri yang juga ditemani oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan kemudian menuju ke Gedung Serba Guna Desa Kukuh. Di tempat itu, Gus Menteri menyerahkan plakat penghargaan kepada sejumlah desa yang telah menuntaskan pendataan SDGs dan Data Desa.

Dalam arahannya Gus Menteri memberi apresiasi kepada desa-desa yang sudah menyelesaikan pendataan SDGs Desa. Disebutkannya, di Provinsi Bali sekitar 50 persen Desa telah menyelesaikan proses pendataan SDGs Desa.

Gus Menteri mengajak seluruh yang hadir dalam pertemuan itu, untuk selalu berpikir dan berpihak kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Desa Kerambitan dinilai telah tunjukkan kinerja luar biasa dan membanggakan.

Apalagi sukses mengembangkan BUMDes. Ini jadi sorotan karena pemulihan ekonomi di level desa, kata Gus Menteri, kuncinya itu ada di BUMDes. Ini terbukti dan bukan hanya teori karena desa yang terus berinovasi dalam pengelolaan BUMDes sukses menurunkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan yang bersumber dari Dana Desa.

Jika nanti 74.961 Desa ini bergerak bersama dalam pemulihan ekonomi nasional meski level desa maka kontribusinya sangat luar biasa bagi pemulihan ekonomi sacara nasional. Gus Menteri mengatakan, BUMDes menjadi kunci pemulihan ekonomi karena mengelola ekonomi basis desa relatif lebih sederhana karena yang dikelola potensi unggulan di desa.

Gus Menteri mengatakan, visi Presiden Joko Widodo yang membangun Indonesia dari pinggiran dibuktikan dengan komitmennya terhadap desa dengan terus naiknya besaran Dana Desa hingga saat mencapai Rp72 triliun.

Gus Menteri mengapresiasi Kabupaten Tabanan yang beri perhatian dan sinergi dengan desa dan BUMDes. Terbukti, tinggal 12 Desa yang BUMDes nya belum berkembang. BUMDes hari ini, kata Gus Menteri, luar biasa karena posisinya setara dengan BUMN dan BUMD. Segala hal bisa dilakukan oleh BUMDes.

Regulasi-regulasi turunan UU Cipta Kerja membolehkan BUMDesa mengelola usaha sumber daya air, serta bagian-bagian jalan tol dan non-tol yang diatur dalam PP Nomor 5 Tahun 2021. Merujuk pada PP No.30/2021, BUMDesa boleh bekerja sama dalam pengujian kendaraan bermotor, kalibrasi hingga jasa pemeliharaan.

BUMDesa halal bermitra mengelola terminal penumpang, dan turut mengelola pasar rakyat sesuai PP No.29/2021.  Bahkan, Bumdes boleh menjalankan usaha di areal kehutanan, pengolahan kayu bulat menjadi produk kayu gergajian dengan kapasitas produksi kurang dari 2.000 m3/tahun, serta pengolahan hasil hutan non kayu berskala kecil.

Gus Menteri meminta Para Kepala Desa untuk senantiasa merancang pembangunan desa dengan merujuk pada SDGs Desa agar tepat sasaran dan bisa mensejahterakan warga desa.

Turut hadir dalam pertemuan itu, PLT Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Rosyidah Rachmawati, PLT Kepala BPSDM Jajang Abdullah, dan Kepala Balai Pelatihan Masyarakat Denpasar Samuel Sine. Setelah itu, Gus Menteri menyempatkan diri mengunjungi Pondok Pesantren Bali Bina Insani. (fir/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *