Perundingan lanjutan antara delegasi Amerika Serikat (AS) dengan utusan Republik Islam Iran yang semestinya dilanjutkan di Ibukota Islamabad, Pakistan, pada hari Rabu atau Kamis (22-23/2026) batal digelar. Kendati batal, perang belum dilanjutkan.
Semarak.co – Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia membatalkan rencana kunjungan utusannya ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran. Namun, ia menegaskan hal itu tidak berarti perang AS-Israel melawan Republik Islam tersebut akan segera berlanjut.
Dilansir Detik.com dari Kantor Berita AFP, pada hari Sabtu (25/4/2026), tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir.
Munir tokoh kunci dalam upaya mediasi, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar. Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan, utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju Islamabad untuk “pembicaraan langsung” dengan Iran yang diharapkan dapat “mendorong kemajuan menuju kesepakatan”.
Trump mengatakan kepada Fox News, Sabtu, membatalkan perjalanan itu. “Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa,” kata Trump.
Ketika ditanya media AS Axios apakah hal itu berarti dimulainya kembali permusuhan, Donald Trump menjawab: “Tidak. Itu tidak berarti demikian. Kami bahkan belum memikirkannya,” ujar Presiden Donald Trump seperti dikutip sejumlah media Barat.
Menlu Iran Tinggalkan Islamabad
Kemenlu Iran menyebut Araghchi telah meninggalkan Islamabad dan tiba di Muscat pada Sabtu untuk bertemu pejabat Oman. Ia juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Rusia untuk membahas upaya mengakhiri perang, yang dimulai oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Araghchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai “sangat produktif” dalam unggahan di platform X, seraya menambahkan, ia telah menyampaikan posisi Iran mengenai “kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang secara permanen”.
“Masih harus dilihat apakah AS benar-benar serius dalam diplomasi,” ujarnya. Bahkan sebelum pengumuman Trump, prospek pembicaraan baru sudah tidak pasti. Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi tidak berencana bertemu dengan pihak Amerika,
Dan ibukota Pakistan Islamabad hanya akan berperan sebagai perantara untuk “menyampaikan” proposal dari Republik Islam Iran. Demikian seperti dilansir media ternama Indonesia, Detik.com dari AFP, Fox News dan media Axios pada 26 April 2026. (net/dc/fn/ax/kim/smr)





