Pernah Benarkan Aksi Bom Bunuh Diri, Reema Dodin Jadi Pejabat Gedung Putih

Foto: Reema Dodin tangkapan youtube di indopos.co.id

Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menunjuk Reema Dodin yang seorang warga AS keturunan Palestina menjadi salah satu pejabat penting di Gedung Putih memicu kontroversi. Baik di AS sendiri maupun di Israel.

semarak.co-Dilansir dari The Jerusalem Post, kelompok dan organisasi pro-Israel mengkritik penunjukan Dodin yang menuduhnya berusaha untuk membenarkan pemboman dengan bunuh diri.

Bacaan Lainnya

Itu ketika Dodin masih mahasiswi University of California Berkeley, AS. Di mana ia pernah mengomentari soal aksi bom bunuh diri warga Palestina saat berlangsung aksi Intifada tahun 2002 yang diwarnai dengan aksi bom bunuh diri. Kala itu Dodin diketahui ikut bergabung dalam unjuk rasa mendukung kemerdekaan Palestina.

Menurut laporan Kelompok Krisis Internasional, sedikitnya ada 30 aksi bom bunuh diri yang menewaskan 195 orang di Yerusalem antara Oktober 2000 hingga Oktober 2015.

“Para pengebom bunuh diri merupakan upaya terakhir dari orang-orang yang putus asa. Mereka bilang mereka ingin perdamaian, tapi perdamaian berdasarkan aturan mereka,” kata Dodin saat berbicara kepada publik saat menduduki sebuah gereja di Lodi California, 18 tahun lalu.

Dodin juga diketahui berpartisipasi dalam unjuk rasa mendukung gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), yang menentang kebijakan Israel yang mencuri tanah dari Palestina, mendirikan pemukiman ilegal, dan memanen tanah untuk mendapatkan keuntungan.

Namun belakangan lebih dari 26 negara bagian AS, termasuk Illinois mengeluarkan undang-undang yang menyebutkan BDS adalah illegal. Namun pihak Biden melalui Ron Klain selaku kepala staf Gedung Putih Biden berdalih Biden dan wapres terpilih Kamala Harris memang membuat agenda berani untuk membangun kembali AS yang lebih baik dari sebelumnya.

“Tim kami akan bekerja dengan presiden terpilih dan wapres terpilih untuk melaksanakan agenda tersebut dan memberikan hasil bagi keluarga Amerika,” ujar Ron Klain seperti dikutip dari Arab News, Jumat (27/11/2020).

Sedangkan Joe Biden sendiri mengklaim kalau rakyat AS sudah tidak sabar agar pemerintah kembali bekerja. “Rakyat Amerika sangat ingin agar pemerintahan kami mulai segera bekerja. Penunjukan ini akan membantu agenda kami dan memastikan setiap rakyat AS mendapat kesempatan yang adil,” kata Biden.

Untuk diketahui Reema Dodin ditunjuk Joe Biden sebagai salah satu penasehatnya. Dodin bersama Shuwanza Goff, seorang wanita Afro-Amerika ditunjuk sebagai Deputi Direktur Kantor Hubungan Legislatif Gedung Putih. Keduanya akan membantu Louisa Terrell yang ditunjuk Biden sebagai Direktur Kantor Urusan Legislatif Gedung Putih.

Tugas dari trio Louisa-Dodin-Goff adalah mengubah daftar panjang janji kampanye Biden ke dalam sebuah cetak biru legislatif dan mewujudkannya melalui House of Representatives (HOR) atau DPR AS dan Senat AS. (pos/smr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *