PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Jakarta 1 berkolaborasi dengan kota dan kabupaten di wilayah layanannya untuk memperluas pendanaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). UMKM ini dibantu pembiayaan oleh pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Akses KUR tersebar salah satunya lewat Pegadaian.
semarak.co-Kepala Kanwil VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Alim Sutiono menjelaskan, strategi memasarkan KUR ke masyarakat dengan turun ke masyarakat langsung. Tim turun ke Kelurahan bahkan sampai RT/RW untuk mengejar UMKM yang membutuhkan pembiayaan KUR.
“Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 punya target penyaluran KUR hingga akhir 2023 sebanyak Rp300 miliar. Hingga kini sudah mencapai 15% atau sekitar Rp56 miliar. Kami optimis dengan strategi itu, mka dapat tercapai.,” kata Alim dalam acara Media Gathering di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2023).
Sosialisasi lewat media, rinci Alim, kemudian sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT) dengan mengerahkan 55 cabang yang berada di wilayah mereka, Jakarta, Bekasi, Karawang. “Dalam sehari, pencairan KUR bisa sebesar Rp2 miliar per hari. “Insya Allah akan tercapai target akhir tahun. Bulan November bisa tercapailah target tersebut,” ujarnya.
Lalu, KUR yang diberikan, lanjut dia sudah diberikan kepada 22 ribu UMKM dari target 40 ribu yang akan diberikan KUR. “Pegadaian itu saat memberikan kredit punya tiga hal yang melekat yaitu Pendamping, pembiayaan dan pemasaran. Jadi UMKM kita bina sampai bisa memasarkan produknya, hingga bisa naik kelas,” katanya.
Seperti di DKI Jakarta, terang dia, pihaknya kerap kolaborasi dengan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) untuk memperluas pendanaan bagi UMKM. Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 memiliki layanan meliputi Jakarta Pusat dan Timur, Bekasi, Karawang, Depok dan Bogor.
Alim mengatakan, ada kewajiban bagi cabang-cabang Pegadaian di bawahnya untuk melakukan literasi kepada masyarakat sekitar terkait produk-produk pembiayaan bagi UMKM. “Kami punya produk KUR yang untuk mendapatkannya mudah dan terbuka bagi pelaku UMKM,” katanya.
Alim mengatakan, daripada harus meminjam dari perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal, sebaiknya memanfaatkan KUR yang lebih murah dan pasti. Alim memaparkan, di tengah bermunculan perusahaan gadai, Pegadaian siap untuk bersaing serta tetap memfokuskan layanan kepada UMKM.
“Kami mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan perekonomian nasional yang berbasiskan pada ekonomi kerakyatan demi terwujudnya kemandirian ekonomi bangsa, salah satunya dengan masif mengembangkan penyaluran KUR.” katanya.
Program KUR Syariah juga, salah satunya bisa menjadi solusi pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan pinjaman sampai dengan Rp10 juta, bunga hanya 3% per tahun. “Kita KUR Syariah tanpa jaminan, tapi diberikan kepada yang benar-benar yang punya usaha. Jangan sampai KUR murah ini tidak sampai ke masyarakat,” katanya.
Program ini terus disosialisasikan secara masif namun tidak menutup kemungkinan masih juga ada yang menyalahgunakan kesempatan ini. “KUR ini bisa di berikan hanya untuk satu orang bagi satu keluarga. Jika mereka ingin mencoba-coba berbohong, maka akan ketahuan dari BI Checking. Karena program KUR ini sudah inline,” katanya.
Terkait pencapaian target tadi, Alim optimis mengingat dari pengalaman dalam sehari pencairan KUR bisa mencapai Rp2 miliar sehingga untuk memenuhi Rp300 miliar dalam setahun pasti dapat terpenuhi, bahkan lebih. “Saat ini KUR telah diberikan kepada 22 ribu UMKM dari target 40 ribu yang akan diberikan KUR,” katanya.
Dia menjelaskan, strategi memasarkan KUR ke masyarakat dengan turun ke masyarakat langsung. Tim turun ke kelurahan bahkan sampai RT/RW untuk mengejar UMKM yang membutuhkan pembiayaan KUR. “Sosialisasi sampai ke RT dengan mengerahkan 55 cabang yang berada di wilayah kami, Jakarta, Bekasi, Karawang,” kata dia.
Hingga saat ini target kinerja Pegadaian setiap tahun tercapai. Pengguna Digital Pegadaian tercatat meningkat dari sebelumnya 40 persen di akhir tahun dan saat ini telah mencapai 65 persen, sekaligus menjadi level tertinggi pertumbuhannya di nasional.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Bekasi, Dwi Santoso memaparkan, wilayahnya memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lainnya. “Di Bekasi penyaluran KUR kami lakukan adalah dengan menempelkan cicil emas satu gram. Hal ini yang kita lakukan secara masif di setiap gerai,” katanya.
Pola pembinaan ini terbukti menunjukkan keberhasilan selama satu tahun. Dengan kredit macet nol persen. Portofolio program gadai di wilayahnya masih didominasi dengan gadai emas, yakni sebanyak 80%. “Gadainya yang paling banyak di wilayah kami adalah emas. Kredit multiguna juga dominan dengan jaminan penghasilannya,” katanya. (smr)





