Minurlin Lubis Telah Tiada, Istri Jenderal yang Sidak Kotak Suara KPU Bekasi di Pilpres 2019

Minurlin Lubis (paling kanan) istri letnan jenderal purn agus sutomo yang heroik melakukan sidak kotak suara KPU Kota Bekasi di Pilpres 2019. foto: internet

Saat ini tengah beredar pesan berantai di media sosial (medsos) whatsapp (WA), terutama WA Group berita tentang meninggalnya istri dari Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Agus Sutomo yang meneruskan dari chat Letjen TNI (purn) Agus Sutomo sendiri.

Chat ini kemudian disusuli link berita atau share link yang berisi tentang istri Letjen TNI (purn) Agus bernama Minurlin Lubis berjudul: Bukti Kecurangan Pilpres, BPN Putar Sidak Minurlin Lubis Istri Mantan Danjen Kopassus ke Gudang KPU yang dikutip media online tribunews.com, Rabu 15 Mei 2019, 00.10. WIB.

Bacaan Lainnya

Berikut isi chat lengkap disertai transkrip share link beritanya.

Berita duka dari Letjen TNI purn Agus Sutomo

Innalillahi wainnaillaihi rojiun , telah meninggal dunia dengan tenang Istri saya tercinta Minurlin Lubis usia 60 th pd hari Kamis tgl 27 Agustus 2020 jam 01.20  WIB di RS Gatot Subroto karena sakit.

Bila ada kesalahan Istri, saya mohon dimaafkan lahir dan bathin.

Kami yg berduka :

  1. Agus Sutomo. Suami
  2. Adisti Erlina Sutomo. Anak
  3. Yorda Imam Sutomo. Anak
  4. Bambang Prakoso. Anak menantu
  5. Cattleya Marzia Nur Prakoso. Cucu.

Rumah duka . Jln Latuharhary no. 14 Menteng Jakarta Pusat

Adapun share link berita berjudul: Bukti Kecurangan Pilpres, BPN Putar Sidak Minurlin Lubis Istri Mantan Danjen Kopassus ke Gudang KPU.

Video inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Minurlin Lubis di gudang penyimpanan kotak suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, menjadi salah satu bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang ditunjukkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Video tersebut diputar setelah calon wakil presiden Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato pembukaan acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Karena memang sebelumnya atau saat masa kampanye berlangsung, video ini pun viral di media sosial.

“Saya ingin berterima kasih, kisah heroik ibu-ibu, ada satu kisah, istri dari Letnan Jenderal Purnawirawan Agus Sutomo. Terima kasih Bu Agus, ibu adalah inspirasi kita semua,” ujar Sandiaga di akhir pidatonya.

Sandi Uno menambahkan, “Malam-malam jam 01.30 memastikan bahwa kedaulatannya tidak dirampok. Datang memastikan kotak suaranya tidak dipindahkan tanpa seizin petugas pemilu.”

Dalam video tersebut tampak Minurlin beradu argumen dengan seorang aparat kepolisian yang sedang berjaga. Aparat tersebut melarang Minurlin masuk ke Gudang KPU.

Kemudian, Minurlin dan beberapa orang lainnya tampak mendekat ke tumpukan kotak suara sambil menyebut bahwa ada beberapa kotak yang sudah terbuka dan tidak ada gemboknya.

Mereka juga menyebut ada beberapa kotak suara dari Pondok Gede yang dipindahkan ke Kota Bekasi. Kendati demikian, dalam video itu tidak dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi. Tidak dijelaskan pula apakah pemindahan serta kondisi kotak suara yang terbuka itu terjadi setelah atau sebelum proses penghitungan.

Diketahui, Minurlin sempat dipanggil kepolisian karena dituding menerobos Gudang KPU tanpa izin. Namun, pemeriksaan tersebut batal dilakukan karena laporan terhadap Minurlin dicabut. Minurlin merupakan istri dari Letnan Jenderal (Purn) Agus Sutomo. Agus merupakan mantan Komandan Jenderal Kopassus pada periode 2012-2014.

Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres dan Panglima Kodam Jaya. Sebelum pensiun, Agus sempat menjabat sebagai Irjen Kementerian Pertahanan RI pada 2017-2018.

Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU. Pasalnya, Prabowo menganggap telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

“Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang,” ujar Prabowo saat berbicara dalam acara ‘Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Prabowo mengatakan, selama ini pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) telah mengumpulkan bukti terkait dugaan kecurangan yang terjadi. Dalam acara tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya.

Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU. “Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran,” kata Prabowo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua BPN Djoko Santoso. Menurut dia, dugaan kecurangan itu sudah dilaporkan oleh BPN sejak awal, namun tak pernah ditindaklanjuti.

“Beberapa waktu lalu kami sudah kirim surat ke KPU, tentang audit terhadap IT KPU, meminta dan mendesak di hentikan sistem penghitungan suara di KPU yang curang, terstruktur dan sistematis,” kata Djoko.

Klaim Menang 54,28 Persen

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Laode Kamaluddin, mengungkapkan, berdasarkan data sistem informasi Direktorat Satgas BPN, perolehan suara pasangan nomor urut 02 itu unggul dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Hingga Selasa (14/5/2019), pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh suara sebesar 54,24 persen atau 48.657.483 suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara sebesar 44,14 persen. “Di tengah banyaknya kecurangan posisi kita masih ada di 54,24 persen,” ujar Laode saat berbicara dalam acara “Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019″ itu.

Laode mengatakan, perolehan angka tersebut berbasis pada penghitungan dokumen C1 dari 444.976 tempat pemungutan suara (TPS). Adapun total TPS yang ada saat hari pemungutan suara berjumlah 810.329 TPS. Sementara data mentah dokumen C1 yang sudah dikumpukan BPN berjumlah 1.411.382.

“Posisi ini diambil dari total 444.976 TPS atau 54,91 persen. Sudah melebihi keperluan dari ahli statistik untuk menyatakan data ini sudah valid,” kata dia.

Laode mengatakan, berdasakan data tersebut, BPN yakin pasangan Prabowo-Subianto telah memenangkan Pemilu 2019. Menurut dia, kemenangan Prabowo-Sandiaga hanya dapat berubah jika terjadi kecurangan, misalnya praktik pencurian perolehan suara paslon nomor urut 02.

“Angka ini bisa diubah kalau betul-betul dirampok. Inilah kondisi kita hari ini. Maka kita sampai pada keyakinan bahwa Prabowo-Sandi adalah pemenang,” ucap Laode.

Dalam angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (14/5/2019), pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 69.897.142 atau 56,31 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 54.221.717 atau 43,69 persen. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 15.675.425 atau 12,62 persen. Sekadar mengingatkan sebelumnya Prabowo Sandi klaim memenangkan Pilpres dengan capaian 62 persen. (net/smr)

 

sumber: WA Group Keluarga Alumni HMI MPO

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *