Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana kunjungan kerja ke kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba untuk memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas pendukung, serta pelestarian budaya di berbagai titik daya tarik wisata unggulan.
Semarak.co – Kunjungan diawali dengan peninjauan Geosite Sipinsur di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam kesempatan tersebut, Menpar berkeliling area geosite dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.
“Sipinsur bukan sekadar menawarkan pemandangan, tetapi juga merepresentasikan bagian penting dari sejarah geologi dunia,” katanya di sela peninjauan, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Minggu (19/4/2026)
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan mengungkapkan berbagai isu pariwisata di Geosite Sipinsur. Salah satunya pendampingan teknis terkait penataan Geosite Sipinsur—salah satu titik pandang terbaik Danau Toba—serta pengembangan destinasi unggulan lainnya agar lebih tertata secara kelas dunia.
Agenda dilanjutkan ke Samosir melalui Pelabuhan Muara di Tapanuli Utara. Saat menyambut rombongan, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, meminta dukungan penuh dari Kemenpar dalam penguatan sektor sport tourism di kawasan tersebut.
Visitasi berlanjut ke kawasan Patung Yesus Kristus Sibeabea dan Waterfront City di Kabupaten Samosir. Menpar meninjau berbagai fasilitas yang tersedia guna memastikan kenyamanan wisatawan, khususnya wisatawan religi yang terus meningkat.
Menpar mengapresiasi keindahan lanskap Samosir sekaligus berdiskusi mengenai berbagai tantangan pengembangan pariwisata di daerah tersebut, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dasar.
“Kami sangat senang dapat berkunjung ke Patung Yesus ini dengan panorama yang luar biasa indah. Dalam diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami membahas sejumlah isu strategis,” katanya.
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyambut baik kunjungan Menteri Pariwisata dan berharap adanya tindak lanjut konkret dari berbagai usulan yang telah disampaikan.
“Kami merasa bangga atas kunjungan Ibu Menteri Pariwisata. Harapan kami, kebutuhan utama seperti air bersih dapat segera ditindaklanjuti melalui sinergi dengan Kementerian PUPR. Kami juga berharap dukungan promosi agar Samosir semakin dikenal dan menarik lebih banyak wisatawan,” ucapnya.
Menutup rangkaian kunjungan, Widiyanti mendatangi Desa Wisata Huta Siallagan, sebuah desa bersejarah yang menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan Danau Toba. Dia mendengarkan penjelasan mendalam dari pemandu wisata mengenai nilai sejarah dan budaya setempat.
Desa ini dikenal dengan rumah adat Batak yang telah berusia ratusan tahun serta batu persidangan yang menjadi simbol sistem hukum tradisional masyarakat setempat. Batu tersebut dahulu digunakan sebagai tempat pengambilan keputusan terhadap pelanggaran hukum.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal, Menpar juga menyempatkan diri mengunjungi toko-toko suvenir dan berinteraksi dengan pengusaha UMKM kreatif di kawasan Danau Toba.
Percepat Pengembangan Danau Toba, Menpar Tekankan Sinkronisasi Master Plan
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan komitmen mempercepat pembangunan Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas (3A) serta memastikan sinkronisasi master plan di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba agar pengembangan kawasan berjalan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam kunjungan kerja hari kedua, Jumat (17/4), Menpar mengawali agenda di Pantai Bebas Parapat dan disambut oleh Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih. Pertemuan tersebut membahas rencana strategis pengembangan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.
“Kami membahas rencana pengembangan atraksi baru yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan di kawasan pesisir Danau Toba,” kata Widiyanti.
Agenda dilanjutkan dengan memimpin rapat koordinasi bersama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Rapat difokuskan pada evaluasi dan sinkronisasi program kerja lintas sektor, guna memastikan seluruh pengembangan di kawasan Danau Toba berjalan dalam satu visi besar.
Menpar Widiyanti menekankan bahwa pengembangan Danau Toba harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, Danau Toba tidak hanya merupakan destinasi wisata unggulan, tetapi juga simbol transformasi pariwisata Indonesia yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Danau Toba adalah tentang bagaimana kita membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari sini, saya melihat optimisme bahwa dengan kerja bersama, kita dapat menghadirkan pariwisata Indonesia yang otentik dan berdampak,” ucap Menpar. (hms/smr)





