ikon Liga Italia. foto: indopos.co.id

Pelatih Juventus Maurizio Sarri menjelaskan alasan mengapa juara bertahan Serie A ini tampil tidak konsisten dalam sebulan terakhir. Sekalipun mereka unggul lima poin dengan tiga pertandingan tersisa, Juve cuma menang satu kali dalam lima laga terakhirnya dan bisa tetap memimpin karena dua pesaingnya Inter Milan dan Lazio juga terjengkang.

semarak.co– “Musim ini adalah yang paling berat dalam sejarah sepak bola Eropa,” kilah Sarri memberi alasan tidak konsistennya perjalanan laga sang pemuncak klasemen dalam sebulan terakhir seperti dikutip Reuters, Minggu (26/7/2020).

Serie A, lanjut Sarri, berusaha dituntaskan dalam waktu enam pekan sehingga padat sekali setelah jeda tiga bulan akibat pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 dan tim-tim harus mengatasi suhu yang panas, mengakhiri laga sampai malam dan stadion yang kosong melompong.

“Tanda apa yang bisa saya berikan kepada Juventus sejauh ini? Satu hal yang baik karena inilah kejuaraan yang sangat sulit dalam sejarah sepak bola Italia,” kata Sarri kepada wartawan.

Sarri menambahkan, “Mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang nyata itu saya kira tim ini sudah tampil bagus sekali. Ini fase yang tidak lazim. Tak pernah terjadi sebelum ini kami memainkan kejuaraan dalam bulan Juli.”

Juventus akan memastikan gelar jika menang dalam pertandingan Senin dini hari nanti (27/7/2020). Sementara itu, Kamis lalu (23/7/2020), Juventus kalah 1-2 melawan Udinese. Sekalipun kalah Sarri senang terhadap perilaku tim.

Terlalu sedikit waktu dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. “Kami akan bersiap untuk pertandingan besok dalam waktu 30 atau 40 menit besok pagi,” kelit Sarrii lagi.

Sementara itu Inter Milan menyodok ke peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia, setelah mereka menang 3-0 di markas Genoa pada Sabtu setempat atau Minggu dini hari WIB (26/6/2020).

Nerazzurri kini memiliki total 76 poin dari 36 pertandingan yang telah dimainkan. Mereka tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Juventus, dan unggul satu poin atas tim peringkat ketiga Atalanta.

Napoli mampu memukul tamunya Sassuolo dengan kemenangan meyakinkan 2-0, untuk mengumpulkan total 59 poin. Namun mereka harus tertahan di posisi ketujuh karena tertinggal satu poin dari AC Milan.

Parma juga menjadi pemenang pada pertandingan Liga Italia yang berlangsung Minggu dini hari. Mereka memukul tuan rumah yang sudah dipastikan terdegradasi, Brescia, dengan kemenangan 2-1. Namun seperti juga Napoli, kemenangan itu tidak mendongkrak posisi mereka di klasemen. Gialloblu masih tertahan di posisi kesepuluh dengan 46 poin. (pos/net/smr)

Hasil pertandingan Liga Italia:

Sabtu (25/7/2020) malam hingga Minggu (26/7/2020) dini hari WIB:

Brescia 1 (Daniele Dessena 62′) Parma 2 (Matteo Darmian 59′, Dejan Kulusevski 81′)

Genoa 0 Inter Milan 3 (Romelu Lukaku 34′, Alexis Sanchez 83′, Romelu Lukaku 90′)

Napoli 2 (Elseid Hysaj 8′, Allan 90′) Sassuolo 0

 

Sabtu (24/7/2020) dini hari WIB

AC Milan 1 (Hakan Calhanoglu 14′) Atalanta 1 (Duvan Zapata 34′)

LEAVE A REPLY