Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa (dipodium) saat memberi sambutan. foto: humas RNI

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengatakan, peran dan kontribusi BUMN dalam memajukan sektor peternakan akan semakin besar seiring rencana Konsolidasi BUMN Industri Pangan melalui pembentukan Holding BUMN Pangan.

semarak.co-Dukungan BUMN di bidang peternakan, lanjut Fadjar, sangat diperlukan. Salah satunya dalam program pembibitan sapi yang masih sulit dikembangkan oleh peternakan rakyat.

“Pembibitan sapi masih sulit dikembangkan di peternakan rakyat karena investasi yang harus dikeluarkan bersifat jangka panjang. Untuk itulah, dukungan serta keterlibatan BUMN sangat diperlukan,” ujar Fadjar pada Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi BUMN Pangan, Kamis (12/11/2020) di Gedung PT RNI, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

BUMN juga berpotensi berperan sebagai off taker, kata Fadjar, mengingat sektor peternakan dalam negeri sebagian besar masih dijalankan oleh para peternak rakyat.

“Kehadiran BUMN sebagai off taker memberikan rasa aman sehingga dapat menumbuhkan minat masyarakat untuk menjadi peternak,” ujar Fadjar pada acara yang diselenggarakan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), seperti dirilis Humas RNI, Jumat (13/11/2020).

BACA JUGA :  Konsumsi Ikan Diprediksi Menanjak saat Holding BUMN Pangan Terbentuk

Dari sisi model bisnis, Fadjar mengatakan, beragamnya sektor bisnis yang dimiliki BUMN, khususnya BUMN Pangan, dapat mendorong terwujudnya integrasi peternakan dengan sektor lainnya, misalnya melalui pengembangan sapi sawit.

Selain itu, BUMN dapat berperan dalam distribusi dan logistik sapi beserta produk turunannya agar dapat tersalurkan secara merata kepada masyarakat, mengingat  dari sisi penyebaran ada daerah yang surplus ada juga daerah yang defisit.

Ia berharap, Kementerian BUMN melalui BUMN Klaster Pangan dapat melakukan investasi untuk menstimulus perkembangan sektor peternakan di Indonesia. Saat ini, salah satu program yang tengah dijalankan adalah pengembangan peternakan sapi di 1.000 desa di berbagai wilayah Tanah Air.

Fadjar mengatakan, Kementerian Pertanian siap memperkuat sinergi dengan BUMN Pangan dalam rangka pengembangan pertanian dan peternakan di Tanah Air.

“Pada saat ini kita saling bergantung satu sama lain. Kita dihadapkan pada tantangan dan perkembangan yang terus berubah, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih terjadi,” ujarnya.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa (dipodium) saat memberi sambutan. foto: humas RNI

Terkait pembentukan Holding BUMN Pangan, pihaknya menyambut baik rencana tersebut. Menurut Fadjar, pembentukan Holding BUMN Pangan dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas BUMN Pangan.

BACA JUGA :  PT RNI Buka Rekrutmen Management Trainee Program Hingga Minggu Besok

Tinggal nanti bagaimana membuat konsep dan kebijakan yang bisa saling mendukung satu sama lain, sehingga menjadi konsep yang terintegrasi dimana semua institusi bisa saling bergabung menghasilkan satu resultan yang baik ke depan,” ujarnya.

Adapun Kementerian BUMN saat ini tengah menggodok pembentukan Holding BUMN Pangan yang beranggotakan 9 BUMN Klaster Pangan, terdiri dari RNI sebagai Ketua Klaster, PT Berdikari, PT Sang Hyang Seri (SHS), PT Pertani, PT Garam, PT Perikanan Nusantara (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), dan PT Bhanda Ghara Reksa. (smr)

LEAVE A REPLY