Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui penguatan kemitraan strategis bersama McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA).
Semarak.co – Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat penguatan kompetensi pendidik, pemimpin sekolah, dan sistem pendukungnya, sehingga layanan pendidikan bermutu, inklusif, dan berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan, penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah merupakan investasi berdampak besar dan berjangka panjang. Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen mendorong pengembangan profesional terstruktur yang berbasis bukti dan responsif terhadap realitas lokal.
“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Mu’ti, dirilis humas Kemendikdasmen melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat malam (6/2/2026).
Dalam Memorandum Saling Pengertian (MSP), Kemendikdasmen dan Universitas Indonesia menjadi mitra strategis utama. McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring kolaborasi baru antara Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi di UEA.
Program ini dirancang sebagai inisiatif lima tahun yang memperkuat pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah, antara lain melalui program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill.
Sasaran utamanya meliputi widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar memiliki perangkat kepemimpinan di kelas, sekolah, dan struktur tata kelola pendidikan.
Selain sektor pendidikan, program ini juga mendukung peningkatan kapasitas nasional pada bidang-bidang strategis lain seperti kesehatan dan keberlanjutan. Bentuk dukungan mencakup fellowship, pendidikan lanjutan bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, serta program pengembangan kepemimpinan.
McGill juga membuka kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia sebagai peserta pelatihan riset untuk melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah supervisi profesor McGill.
“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegas Menteri Mu’ti. (hms/smr)





