Diklaim Bukan Serangan AS, 2 Kota Iran diguncang Ledakan Tewaskan 5 Orang

Dua kota di Republik Iran telah diguncang ledakan hebat pada hari Sabtu kemarin (31/1/2026). Lima orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam dua ledakan tersebut, yang menurut pihak berwenang bukan akibat serangan Amerika Serikat (AS).

Semarak.co – Setidaknya satu orang tewas dan 14 luka-luka dalam ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, yang menurut kepala pemadam kebakaran setempat; Mohammad Amin Lyaghat, disebabkan oleh kebocoran gas.

“Penyebab awal insiden bangunan di Bandar Abbas adalah kebocoran dan penumpukan gas, yang menyebabkan terjadinya ledakan. Ini adalah teori awal,” kata Lyaghat, dalam komentar yang disiarkan di stasiun televisi pemerintah.

Kantor berita Tasnim melaporkan yang dilansir Sindonews.com (1/2/2026), ada laporan yang beredar di media sosial yang menyebut seorang komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi sasaran ledakan.

Namun, menurut Tasnim, laporan itu sama sekali tidak benar. Media Iran itu menyatakan ledakan sedang diselidiki tetapi tidak memberikan informasi lebih lanjut. Pihak berwenang Iran tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Bandar Abbas, rumah bagi pelabuhan kontainer terpenting Iran, yang terletak di Selat Hormuz, jalur air vital antara Iran dan Oman yang menangani sekitar seperlima dari minyak dunia yang diangkut melalui perairan laut.

Pelabuhan tersebut mengalami ledakan besar pada April lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari 1.000 orang. Komite investigasi pada saat itu menyalahkan ledakan tersebut karena kurangnya kepatuhan terhadap prinsip-prinsip pertahanan dan keamanan sipil.

Secara terpisah, empat orang tewas setelah ledakan gas di kota Ahvaz dekat perbatasan Irak, menurut laporan pandangan mata yang dilansir Teheran Times yang dikelola pemerintah. Tidak ada informasi lebih lanjut yang segera tersedia.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan, ada kepulan asap di Parand, pinggiran ibu kota, tapi itu disebabkan oleh kebakaran kecil di semak-semak. Dua pejabat Israel mengatakan kepada Reuters, Minggu (1/2/2026), Israel tidak terlibat dalam ledakan di Iran pada hari Sabtu.

Ledakan yang membuat gempar warga itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington atas tindakan keras Iran terhadap protes nasional dan atas program nuklir negara di Teluk Persia tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis, sebuah armada besar sedang menuju Iran. Beberapa sumber mengatakan hari Jumat bahwa Trump sedang memertimbangkan berbagai opsi terhadap Iran, termasuk serangan terarah terhadap pasukan keamanan.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh para pemimpin AS, Israel dan Eropa mengeksploitasi masalah ekonomi Iran, menghasut kerusuhan, dan memberi orang-orang sarana untuk “merusak negara.”

Republik Iran telah diguncang oleh protes nasional para demonstran yang pecah pada bulan Desember 2025 karena kesulitan ekonomi dan telah menimbulkan salah satu tantangan terberat bagi penguasa ulama negara itu.

Dalam peristiwa besar yang berdarah itu, setidaknya 5.000 orang tewas dalam protes tersebut, termasuk 500 anggota pasukan keamanan, kata seorang pejabat Republik Iran kepada Kantor Berita Britania Raya, Reuters (1 Februari 2026). (net/snc/tm/rts/kim/smr).

Pos terkait