Sambut TKA 2025, Wamendikdasmen Fajar dan Atip Cek Kesiapan Sekolah di Batam dan Bandung

TKA menjadi asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik murid sesuai kurikulum yang berlaku.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung kesiapan sekolah sekaligus berdialog dengan para guru dan siswa yang tengah mengikuti gladi bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 8 Batam.

Semarak.co – Pelaksanaan gladi bersih TKA ini merupakan bagian dari gelombang kedua yang digelar 27–30 Oktober 2025, sebagaimana diatur dalam Surat Edaran BS-KAP Nomor 3866/H.H4/SK.01.01/2025.

Bacaan Lainnya

“TKA adalah asesmen standar nasional untuk mengukur capaian akademik murid sesuai kurikulum yang berlaku,” jelas Wamen Fajar. “Seluruh prosesnya tanpa pungutan biaya karena dibiayai oleh negara agar semua murid memiliki akses yang setara,” tegasnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Senin (3/11/2025).

SMAN 8 Batam dikenal sebagai salah satu sekolah dengan jumlah peserta TKA terbanyak di Kepulauan Riau, mencapai 765 siswa. Sekolah ini menambah 20 unit komputer baru, menata empat laboratorium dengan 35–36 personal computer (PC), dan bekerja sama dengan PLN untuk memastikan tidak ada gangguan listrik.

Hari pertama gladi bersih sempat terkendala jaringan, tetapi sekolah cepat belajar. “Sekarang sudah lancar. Proktor siap sejak pagi, anak-anak bisa login tanpa kendala,” ujar Mistyah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 8 Batam.

Dari sisi pembinaan, Akamna Azia, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, menuturkan bahwa dukungan moral menjadi kunci. “Tidak semua siswa langsung antusias, jadi kami berikan motivasi. Setiap Senin saat apel dan Jumat setelah Yasinan kami ajak mereka semangat. Bahkan guru dan siswa belajar tambahan di akhir pekan dengan sukarela,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung, menyampaikan bahwa Kepri menjadi salah satu provinsi dengan tingkat partisipasi TKA tertinggi di Indonesia. “Untuk SMA, partisipasi mencapai 99,12 persen, dengan 19.764 siswa dari total 19.907 ikut TKA. Jika digabung dengan SMK dan SLB, total partisipasi di Kepri mencapai 92,13 persen,” jelas Andi.

Ia menuturkan, capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi erat antara dinas, sekolah, dan para kepala satuan pendidikan. “Sejak awal kami intens melakukan sosialisasi ke kabupaten dan kota. Kami buat grup komunikasi antarsekolah agar daerah yang partisipasinya rendah bisa segera ditingkatkan. Alhamdulillah hasilnya terlihat,” ujar Andi.

Dinas juga memastikan kesiapan teknis di lapangan, mulai dari jaringan internet hingga pasokan listrik. “Kami sudah berkoordinasi dengan PLN agar pelaksanaan TKA berjalan tanpa gangguan. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan nasional,” tambahnya.

Andi pun berpesan kepada seluruh siswa agar menjaga semangat dan kejujuran selama mengikuti TKA. “Anak-anak harus tetap belajar, tetap semangat. Seperti pesan Pak Wamen, yang utama adalah kejujuran. Nilai tinggi tidak ada artinya kalau diperoleh dengan cara curang,” ujarnya.

Salah satu peserta, Novia Ariyanti dari kelas XII C1, mengatakan dirinya ingin memanfaatkan TKA sebagai modal untuk masa depan. “Saya ingin kuliah di UI, dan TKA ini bisa jadi nilai tambahan. Walaupun belum pasti digunakan untuk seleksi, saya berusaha maksimal,” tuturnya.

Sementara Nola Aurelia Situmeang dari kelas XII D1 melihat TKA sebagai peluang menyiapkan diri menuju sekolah kedinasan. “Saya mau masuk STIS. Soal-soalnya tidak sekadar hafalan, tapi penalaran. Setelah ikut, saya senang, karena latihan saya ternyata tidak sia-sia,” ujarnya.

Wamen Atip Tinjau TKA di Bandung

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMK Negeri 2 Bandung dan SMA Negeri 20 Bandung.

“Hari ini menjadi sejarah bagi peserta didik seluruh Indonesia kelas 12 di SMA maupun SMK yang melaksanakan TKA. Dari peninjauan dua sekolah ini saya melihat seluruh persiapan dan pelaksanaan berlangsung dengan aman dan lancar. Para murid juga menjalani TKA dengan kejujuran dan ekspresi kegembiraan,” ungkap Atip, Senin (3/11).

Atip memberikan motivasi bahwa sejatinya semua murid memiliki bentuk kepandaiannya masing-masing. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa TKA bukanlah akhir dari segalanya, melainkan menjadi alat mengukur sejauh mana kompetensi tersebut dan awal menatap masa depan.

Kepala SMK Negeri 2 Bandung, Hasan Iskandar, mengatakan bahwa tahun ini sekolahnya mengikutsertakan sebanyak 644 murid dalam TKA 2025. Sejumlah persiapan telah banyak dilakukan sekolah, mulai dari sosialiasi, pendalaman materi secara berkala, hingga simulasi pelaksanaan.

“Dengan semua persiapan yang kami lakukan, kami berikhtiar agar TKA di sekolah kami berjalan dengan aman dan sukses. Di samping itu, kami berharap murid kami mendapatkan hasil maksimal dalam TKA,” papar Hasan.

Selanjutnya, Kepala SMA Negeri 20 Bandung, Aan Hamzah, menuturkan bahwa sekolahnya sangat siap untuk melaksanakan TKA kepada 360 murid. Sebagai persiapan akhir, sekolah telah melakukan gladi bersih sesuai petunjuk teknis dan arahan dari Pengawas Sekolah.

“Selama 3 bulan terakhir kami melakukan seluruh upaya dengan maksimal dalam menghadapi TKA. Mulai dari sosialisasi, pendalaman materi, tryout, simulasi pelaksanaan, sampai doa bersama dengan seluruh guru dan murid. Kami berharap semua murid mendapatkan hasil maksimal dan memantapkan diri melanjutkan ke perguruan tinggi,” tutur Aan.

Salah satu peserta TKA murid SMK Negeri 2, Rangga Aditya Kosasih, mengungkapkan bahwa dirinya telah siap secara mental dan materi untuk mengikuti TKA. Sebagai murid jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Rangga menganggap TKA sebagai metode untuk mengukur kompetensi dirinya dan modal untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika di perguruan tinggi.

“Meskipun persiapan TKA ini sangat singkat, saya pribadi terus melakukan pendalaman materi secara mandiri. Semoga hasil TKA saya mendapatkan nilai baik dan bermanfaat untuk saya ke depannya,” ucap Rangga. (hms/smr)

Pos terkait